Kamis, 16 Jul 2020 13:45 WIB

Masih Ada yang Ragukan Tes Corona? Ini Hasil Survei di Surabaya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Masih adakah yang ragukan tes Corona? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Tes Corona menjadi salah satu hal yang penting untuk mencegah penularan Corona. Namun, masih ada beberapa warga di Surabaya yang menilai tes Corona tidak mencegah penularan di masyarakat. Mengapa demikian?

Hasil survei LaporCovid-19.org dan Social Resilience Lab NTU menjelaskan ada sebanyak 23 persen meragukan tes Corona, dan 13 persen lainnya tidak yakin tes Corona bisa mencegah penularan di masyarakat. Namun, ada 39 persen yang yakin, dan 19 persen lain sangat yakin tes Corona bisa mencegah penularan Corona.

"Sikap warga Surabaya terhadap tes COVID-19 juga cenderung agak rendah," tulis kesimpulan survei persepsi risiko warga Surabaya terhadap COVID-19, Kamis (16/7/2020).

Sebagian kecil warga Surabaya juga dilaporkan tidak percaya hasil tes Corona melalui tes PCR. "Jadi ada 59 persen hampir 60 persen sangat percaya hasil tes PCR, 23 persen lain agak percaya, 12 persen kurang percaya, 5 persen yang tidak percaya," sebut Sulfikar Amir PhD, associate professor sosiologi kebencanaan dari Nanyang Technological University Singapura.

"Masih ada sekitar 17 persen yang masih ragu dengan hasil tes swab, tetapi yang dominan tentu 60 persen ini percaya bisa kita katakan cukup baik lah," lanjut Sulfikar.

Sulfikar menegaskan survei ini penting untuk menilai bagaimana persepsi masyarakat terhadap risiko virus Corona COVID-19. Terutama dalam pencegahan penularan Corona di masyarakat melalui tes yang dilakukan sebanyak-banyaknya.

"Mempercayai tes Corona itu penting supaya mereka bisa berkontribusi untuk mencegah penularan virus Corona COVID-19," pungkasnya.

Meski protokol kesehatan di Surabaya menurut survei sudah dilaksanakan dengan baik, Sulfikar menilai pembatasan sosial masih dibutuhkan setidaknya di beberapa sektor publik yang rentan penularan Corona. Surabaya dinilai masih jauh dari kata siap untuk melonggarkan pembatasan sosial.



Simak Video "Sejumlah Negara Diminta WHO Kembali Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)