Kamis, 16 Jul 2020 15:16 WIB

Studi Ungkap Angka Kematian Pasien ICU Akibat COVID-19 Menurun

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pasangan lansia positif Corona rayakan anniversary di ICU. Studi ungkap angka kematian pasien ICU akibat COVID-19 menurun. (Foto: Facebook Roberta Ferretti)
Jakarta -

Sebuah studi meninjau angka kematian pasien virus Corona COVID-19 yang mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Studi ini melibatkan analisis global dari 24 studi pengamatan COVID-19 lainnya.

Dikutip dari Reuters, penelitian yang dipimpin Profesor Tim Cook dari Royal United Hospitals Bath, Inggris, menemukan bahwa angka kematian pasien COVID-19 yang mendapat perawatan intensif (ICU) telah menurun.

Dari yang sebelumnya pada Maret mencapai 60 persen, di akhir Mei menurun menjadi 42 persen. Angka ini tidak berbeda secara signifikan di beberapa benua, seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

Menurut para peneliti, hal ini dipengaruhi oleh pembelajaran yang cepat dari berbagai kasus yang terjadi dan laporan klinis sejak awal pandemi.

Para dokter juga telah melaporkan banyak kemajuan dalam pembelajaran tentang virus yang menular ini, sehingga mereka lebih paham dalam penanganannya. Meskipun masih banyak penelitian yang harus dilakukan terkait dengan pengembangan perawatan dan pengembangan vaksin untuk virus Corona.

Para peneliti juga mengatakan dari temuan ini bisa menggambarkan lama waktu pasien dirawat di ICU. Mereka mencatat bahwa hampir sepertiga pasien COVID-19 mendapat perawatan lebih dari 28 hari, dan 9 persennya bisa lebih dari 42 hari.

Meski menurun, para peneliti menekankan angka kematian pasien ICU yang mengidap COVID-19 masih di angka 40 persen. Ini masih lebih tinggi dibanding pasien virus pneumonia lainnya.

"Namun, secara optimis seiring berlanjutnya pandemi COVID-19 ini, kita mungkin bisa mengatasi pandemi ini dengan lebih baik lagi," kata peneliti.



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)