Rabu, 22 Jul 2020 17:12 WIB

Tahap Awal, 540 Orang Mulai Dapat Vaksin Sinovac Bulan Agustus

Siti Fatimah - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Vaksin Corona Sinovac dari China akan diujikan ke 1.620 warga Indonesia (Foto: iStock)

Dia mengatakan, vaksin yang terbuat dari virus Corona yang dimatikan ini tidak akan berdampak pada orang yang sakit keras. Para tim peneliti telah melakukan berbagai tahapan penelitian hingga dapat diujikan secara klinis kepada manusia.

"Kami juga tentunya mengkaji dulu terhadap vaksin ini kenapa aman. Jadi vaksin ini terbuat dari virus yang sudah dimatikan. Tetapi virus yang dimatikan ini masih memiliki daya untuk membuat anti bodi, sehingga kalau diberikan kepada orang yang sakit berat ini tidak akan berbahaya," ujarnya.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil menjelaskan, sebelum digunakan secara masal, pembentukkan vaksin melalui proses yang panjang. Dari mulai pre clinical trial, clinical trial hingga fase 1, 2, dan 3.

Hasil dari seluruh tahapan penelitian harus dipublikasikan secara internasional. Setelah dipublikasikan dan diterima secara publik baru berlanjut pada tahap selanjutnya. Setidaknya ada lima negara yang melalukan penelitian pada vaksin yaitu Amerika Latin, India, Bangladesh, China, Indonesia, dan Cili.

"Kalau umpamanya dari 5 negara dijadikan satu hasilnya dan aman maka vaksin ini boleh dijual. Jadi keamanannya dilakukan berkali-kali. Yang melakukan fase 1, 2, dan tiga baru di Cina. Tempat lain baru mulai, nanti hasilnya lebih lama lagi karena bahan yang kita mau pake ini adalah virus yang dimatikan," jelas Kusnandi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)