Kamis, 23 Jul 2020 14:21 WIB

Jasad Pasien Corona Disebut Idealnya Dibakar, Negara-negara Ini Menerapkannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
India jadi negara ketiga dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. Beberapa penanganan jenazah pun dilakukan dengan cara kremasi. Kremasi jenazah pasien COVID-19 di India (Foto: Getty Images/Yawar Nazir)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berbicara mengenai teori terbaik dalam penanganan jenazah COVID-19. Ia menyebut jenazah COVID-19 jika memungkinkan dibakar agar virusnya hilang.

"Yang terbaik, mohon maaf, saya muslim tapi ini teori yang terbaik dibakar, karena virusnya akan mati juga," kata Tito dalam webinar yang dipublikasikan Puspen Kemendagri seperti dikutip detikcom, Kamis (23/7/2020).

Dalam pedoman yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang penguburan jenazah korban COVID-19, mayat pada umumnya tidak menular. Tetapi masih ada kekhawatiran mengenai risiko penularan dari cairan tubuh sehingga menyarankan agar kerabat tidak mencium atau menyentuh jenazah.

WHO juga menyebut jenazah pasien penyakit menular tidak harus dikremasi, karena hingga kini anggapan tersebut dianggap hanya mitos. Kremasi atau tidak tergantung dari masalah budaya, agama tertentu, atau sumber daya yang tersedia.

Meski demikian ada beberapa negara yang menganjurkan kremasi jenazah Corona. Di Filipina, dekrit pemerintah menetapkan jenazah COVID-19 harus dikremasi dalam waktu 12 jam, dengan pengecualian jika agama melarang kremasi.

"Kita harus tetap berpegang pada aturan 12 jam ketika akan mengkremasi," kata pejabat pemerintah Karlo Nograles, dikutip dari NPR.

Apabila korban adalah seorang muslim, misalnya, tubuh almarhum harus ditempatkan dalam kantong tertutup dan dimakamkan di pemakaman Muslim terdekat menurut ritual Muslim, juga dalam waktu 12 jam.

Selain itu di Wuhan, episenter pertama virus Corona di China, juga mengkremasi jenazah pasien Corona. Rumah duka krematorium di Wuhan bahkan kewalahan menangani banyaknya jenazah pasien Corona pada saat itu.

Memakamkan jenazah Corona sekali lagi bergantung pada adat atau agama tertentu. Meski demikian ada aturan yang jelas bahwa korban COVID-19 harus dibungkus dengan rapat dan harus dimakamkan segera dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.



Simak Video "Deretan Negara yang Terapkan Kremasi untuk Jasad Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)