Kamis, 23 Jul 2020 20:00 WIB

Negara-negara Ini Berlakukan Sanksi Jika Warganya Tak Mau Pakai Masker

Ayunda Septiani - detikHealth
Otoritas Malaysia kembali memperpanjang penerapan lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Negara-negara ini berikan sanksi bagi warganya yang tidak mau pakai masker. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah dan menekan penularan virus Corona COVID-19 lebih banyak. Mulai penerapan jaga jarak hingga pakai masker.

Meski begitu, masih banyak orang yang tidak patuh terhadap aturan yang sudah dibuat pemerintah. Sehingga pemerintah menerapkan sanksi bagi mereka yang tak patuh terhadap protokol kesehatan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa negara yang beri sanksi kepada warganya yang tak patuhi protokol kesehatan.

1. Malaysia, denda Rp 3 juta

Pemerintah Malaysia saat ini sedang mempertimbangkan menerapkan sanksi denda hingga penjara bagi warga yang menolak mengenakan masker di ruang publik di tengah pandemi virus Corona COVID-19 yang masih berlangsung.

Dikutip dari laman Straits Times, Menteri Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan penerapan sanksi denda dan penjara itu dipertimbangkan menyusul lonjakan kasus virus Corona COVID-19 baru yang menyentuh dua digit dalam tiga hari berturut-turut.

Hisham mengatakan jika kewajiban pemakaian masker telah diterapkan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, setiap pelanggar dapat didenda 1.000 ringgit setara dengan Rp 3,4 juta, atau hukuman penjara.

Hisham menegaskan kembali rekomendasi kementeriannya tentang penggunaan masker wajah yang dapat mengurangi risiko penularan Corona hingga 65 persen dan 70 persen bersamaan dengan penerapan jaga jarak sosial.

2. Korea Utara, kerja paksa

Dikutip dari Daily Star, warga Korea Utara yang tidak memakai masker harus menjalani tiga bulan 'kerja paksa'. Negara yang sangat tertutup ini, tetap memperkenalkan aturan protokol kesehatan yang 'keras' untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.

Siswa di Korut akan direkrut untuk melakukan 'patroli masker wajah'. Mereka ditugaskan untuk memeriksa semua warga Korut, memastikan warga Korut mengenakan masker yang benar saat berada di tempat umum.

Siapa pun yang ditemukan tidak mengenakan masker akan dihukum tiga bulan 'kerja paksa' karena dinilai tidak patuh.

3. Filipina, dipenjara

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan menangkap setiap warganya yang menolak menggunakan masker serta enggan menjaga jarak sosial di tengah penularan pandemi virus Corona COVID-19 yang masih tinggi di negara tersebut.

"Tidak mengenakan masker tampak merupakan pelanggaran sepele, tetapi selama krisis kesehatan saat ini, itu bisa menjadi masalah serius. Kami tidak ragu untuk menangkap orang," kata Duterte dalam rapat kabinet pemerintah Filipina pada Selasa (21/7/2020).

"Jika Anda dibawa ke kantor polisi dan ditahan karena (tak pakai masker) itu di sana, itu akan memberi Anda pelajaran selamanya," ujarnya menambahkan.

Dikutip dari laman The Straits Times, Duterte juga berjanji bahwa pemerintahannya akan membeli masker sebanyak-banyaknya untuk didistribusikan kepada warga secara gratis.

4. Qatar, dipenjara 3 tahun

Pemerintah Qatar pada Minggu (17/5/2020), mengancam akan menjatuhkan hukuman hingga tiga tahun penjara bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah, untuk mencegah tertular virus Corona, COVID-19.

Warga Qatar bisa dihukum tiga tahun penjara serta denda US$55 ribu atau sekitar Rp 818 juta apabila lalu lalang keluar rumah tanpa mengenakan masker. Aturan tersebut tak berlaku bagi warga yang mengendarai mobil seorang diri.



Simak Video "Mutasi Corona 10 Kali Lebih Menular Ditemukan di 3 Negara ASEAN Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)