Jumat, 24 Jul 2020 14:40 WIB

Dampak Positif dan Negatif Virus Corona yang Bisa Jadi Pelajaran

Rosmha Widiyani - detikHealth
Corona virus: vial with pipette in laboratory Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford/Dampak Positif dan Negatif Virus Corona yang Bisa Jadi Pelajaran
Jakarta -

Pandemi virus corona memberikan banyak pelajaran bagi seluruh warga dunia. Saat ini, tiap orang melakukan usaha terbaik demi menghindari risiko terinfeksi COVID-19.

Pengetahuan tentang dampak positif dan negatif virus corona menjadi bekal dalam menghadapi penyakit ini. Dikutip dari situs BMJ atau British Medical Journal, pandemi memberikan dampak positif pada perubahan perilaku manusia. Publik menjadi lebih serius menanggapi pesan kesehatan masyarakat.

Direktur Medis untuk kontrol infeksi di Rady Children's Hospital, San Diego, California, Alice Pong mengatakan, jumlah kasus gangguan pernapasan anak di rumah sakitnya menurun. Gangguan ini meliputi influenza, parainfluenza, respiratory syncytial virus, and human metapneumovirus.

"Angkanya turun dramatis karena tiap orang sekarang menerapkan karantina diri. Artinya anak tidak sedang di sekolah atau tempat penitipan (daycare)," kata Pong.

Karantina memungkinkan penerapan social distancing yang menurunkan risiko terinfeksi gangguan pernapasan. Menurut Pong penurunan juga disebabkan anak-anak dan keluarganya menerapkan usaha pencegahan dengan sangat baik. Usaha ini meliputi rajin cuci tangan, menjaga kebersihan pribadi, dan membatasi waktu ke luar rumah.

"Saya pikir ini jadi pelajaran yang baik untuk tiap orang. Masyarakat kini tahu kenapa petugas kesehatan menyarankan tetap tinggal di rumah saat sakit, menegaskan pentingnya cuci tangan, serta menutup area sekitar mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Anak-anak tumbuh dengan mengetahui bagaimana penyakit bisa menular," kata Pong.

Dampak positif virus corona juga tercantum dalam jurnal Positive Effects of COVID-19 Control Measures on Influenza Prevention yang ditulis Di Wu, dkk. Jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Infectious Diseases mengatakan, pencegahan COVID-19 mengakibatkan turunnya angka penularan penyakit yang mirip influenza.

Menurut penulis, tes nucleic acid yang dilakukan pada seluruh suspect menyebabkan pasien terdeteksi sedini mungkin. Pasien segera mendapat pengobatan sebelum penyakit menjadi makin parah. Usaha pencegahan yang meliputi karantina, social lockdown, dan menggunakan masker menurunkan risiko penularan serta meningkatkan perlindungan diri.

Sedangkan dampak negatif virus corona hingga saat ini sedang dialami hampir tiap negara. Virus corona tak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya. Hingga kini belum diketahui kapan pandemi COVID-19 selesai, sehingga yang bisa dilakukan adalah menerapkan usaha pencegahan.

"Jangan lupa cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, ketika terlihat kotor, usai menyentuh hewan atau membersihkan kotoran, usai bersin atau batuk, ketika merawat orang sakit, serta sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan," tulis organisasi kesehatan dunia WHO.

Dampak positif dan negatif virus corona memberi banyak pelajaran terkait pentingnya usaha pencegahan. Penerapan tindakan preventif menjadi bekal menghadapi berbagai penyakit lain di masa mendatang.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)