Jumat, 24 Jul 2020 21:53 WIB

Pertamina & Kimia Farma Jamin Ketersediaan Bahan Baku Farmasi di RI

Inkana Putri - detikHealth
Pertamina Foto: dok Pertamina
Jakarta -

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang dan Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengembangan industri penyedia bahan baku farmasi.

Penandatangan tersebut juga merupakan sinergi antara KPI sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari PT Pertamina (Persero) dan Kimia Farma dalam mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti Paracetamol.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi impor bahan baku farmasi, Pertamina telah menetapkan produk Petrokimia sebagai business line yang menjadi andalan saat terjadi transisi energi.

"Untuk itu, Pertamina mencoba identifikasi peluang untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik. Dan gayung bersambut dengan Kimia Farma dan kita sudah melakukan penjajakan. Kami berterima kasih atas support Pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24 Juli 2020).

Nicke menjelaskan sinergi ini berawal dari penjelasan dan kajian yang dilakukan Pertamina untuk mengoptimalkan bahan baku di Kilang Cilacap menjadi bahan baku farmasi. Terkait hal ini, Pemerintah berharap kesepakatan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kerjasama yang lebih konkrit.

"Tidak sampai satu bulan kajian sudah keluar. Saya bangga dan mengucapkan selamat kepada tim Pertamina atas kegesitannya dan kecepatannya merespon permintaan pemegang saham dalam hal ini pemerintah," katanya.

Menurutnya, secara teknis Pertamina telah melakukan kajian bersama Kimia Farma yang selanjutnya akan diformulasikan dalam bentuk perjanjian kerja sama. Untuk mendukung realisasinya, Kilang Cilacap sudah dipersiapkan dan salah satunya untuk pengolahan Petrokimia.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan setelah di Kilang Cilacap, pengembangan ini akan dilanjutkan di kilang lainnya dengan skala dan jenis yang lebih banyak. Di masa depan, Petrokimia menjadi salah satu fokus bisnis Pertamina. Sebagai holding, Pertamina akan mengawal proses ini agar dapat terwujud sesuai harapan pemerintah.

Dalam acara yang sama, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sinergi ini telah sesuai arahan Presiden RI, yakni meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional dan membantu menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia di sektor farmasi. Pasalnya, 95% dari total kebutuhan bahan baku farmasi Indonesia masih dipasok melalui impor.

Sementara, Direktur Utama Holding BUMN Farmasi Honesti Basyir mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kimia Farma merupakan sinergi kerjasama industri dalam pengembangan penyedia bahan baku farmasi, meliputi aspek tekno-ekonomi dan aspek penelitian dan pengembangan.

"Satu hal yang menjadi fokus kami, bahwa integrasi bisnis di holding BUMN Farmasi perlu diiringi dengan menggandeng partner strategis untuk memperkuat kemampuan kompetitif terutama dalam menjamin suplai bahan baku farmasi dan pengembangan produk Petrokimia, sehingga kami berharap dapat merasakan efisiensi dari kerja sama bisnis ini. Semoga kerjasama dengan Kilang Pertamina Internasional yang dinaungi oleh PT Pertamina (Persero) dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kita semua," pungkasnya.



Simak Video "Pasien Covid-19 Membludak, Dirut RSPP: Banyak yang Masuk Dibanding Keluar"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)