Sabtu, 25 Jul 2020 10:35 WIB

Kisah Haru Anak Kehilangan Ayah-Ibu 15 Hari usai Dinyatakan Positif Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Kisah haru anak harus kehilangan ibu-ayah usai positif Corona 15 hari. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Dua anak muda dari Houston harus mendapati kenyataan pahit ditinggal ibu dan ayah untuk selamanya. Keduanya meninggal usai 15 hari sebelumnya dinyatakan positif virus Corona COVID-19.

Ibu mereka bernama Noehmi Esquivel (39) dan ayah mereka Carlos Garcia (44) meninggal saat melawan penyakit COVID-19. Sang ibu, Esquivel, sebelumnya dibawa ke rumah sakit pada 2 Juli, dan akhirnya meninggal pada hari yang sama dengan sang ayah, jelas Jacob Mendoza, saudara orang tua tersebut kepada CNN.

"Ibuku berbicara kepadanya dan mengatakan bahwa tidak apa-apa baginya untuk pulang dan tidak perlu khawatir tentang Carlos dan anak-anak lelaki," kata Mendoza.

Pada 17 Juli, hari keempatnya di rumah sakit, Mendoza mengatakan kondisi Garcia secara tak terduga semakin memburuk. "Kami baru saja menelepon mereka (orang tua) sebelumnya, dan dia terdengar sangat baik-baik saja. Seperti tidak ada yang salah dengannya. Namun, mengejutkan saat kami mendapat telepon sekitar pukul satu pagi ketika ia meninggal," kata sang anak.

"Kami sangat sedih karena mereka berdua, harus mati di rumah sakit sendirian karena pandemi coronavirus ini," kata Mendoza.

Sekarang, kedua putra mereka Nathan, (12) dan Yesaya, 14, harus tinggal bersama Mendoza dan istrinya. Beberapa orang ikut membantu biaya hidup kedua anak laki-laki tersebut dan sebuah komunitas menggalang dana untuk mereka.

"Kita tidak harus pergi ke panti asuhan atau apa pun. Aku lebih suka berada di sini (bersama saudara orang tuanya) daripada di tempat lain sekarang," jelas kedua anak tersebut di pemakaman ayahnya diadakan hari Selasa di The Promise Church of Houston.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)