Sabtu, 25 Jul 2020 15:28 WIB

Ditemukan pada Urine Editor Metro TV, Apa Itu Amphetamine?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Berikut sejumlah barang bukti yang dipamerkan ke jurnalis. Polisi umumkan hasil forensik dari editor Metro TV Yodi Prabowo. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Dokter forensik RS Polri telah melakukan pemeriksaan luar-dalam terhadap jenazah editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan tewas di pinggir tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan screening narkoba pada urinenya, hasilnya ditemukan positif mengandung amphetamine.

"Kami melakukan pemeriksaan screening narkoba di dalam urine, kami temukan kandungan amfetamin positif," kata Arif Wahyono, dokter spesialis forensik di Instalasi Dokfor RS Polri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Apa sih amphetamine itu?

Amphetamine (amfetamin) atau dikenal juga sebagai sabu-sabu adalah jenis obat stimulan yang bekerja di sistem saraf pusat. Obat ini akan mempercepat sinyal yang berasal dari otak menuju ke seluruh tubuh. Beberapa jenis obat ini juga digunakan untuk mengobati ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan narkolepsi.

Mengutip Medical News Today, amphetamine bisa meningkatkan libido, kontrol negatif, kekuatan otot, meningkatkan kesadaran, dan mengurangi kelelahan. Dua jenis amphetamine yang paling banyak dikenal, yaitu MDMA (Metil Dioksi Metamfetamin) atau biasa dikenal dengan nama ekstasi dan metamfetamin.

Amphetamine juga menyebabkan efek samping jika disalahgunakan, seperti menyebabkan jantung berdebar, pingsan, stroke, serangan jantung, halusinasi, hingga kematian. Efek lainnya bisa menurunkan nafsu makan hingga kehilangan berat badan yang signifikan.

Jika digunakan terlalu lama, obat amphetamine ini bisa menyebabkan adiksi atau kecanduan.



Simak Video "Klaster Pasien Rumah Sakit Jadi Klaster Tertinggi di DKI Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)