Selasa, 28 Jul 2020 10:16 WIB

Sudah Tahu Belum Bedanya Dispepsia Organik dan Fungsional?

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikHealth
Ilustrasi Sakit Maag Foto: shutterstock
Jakarta -

Gangguan lambung seperti sakit maag dapat disebabkan banyak hal mulai dari medikasi, diet, bahkan stres yang berkepanjangan.

Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu, kalau sakit maag atau dispepsia memiliki dua jenis yaitu dispepsia organik dan dispepsia fungsional. Lalu sebenarnya apa sih yang menjadi pembeda dari kedua jenis tersebut?

Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK dr Helmin Agustina Silalahi mengungkapkan pembeda dari kedua dispepsia tersebut adalah pemicu atau asal muasal yang menjadi penyebab keluhan sakit terjadi. Untuk dispepsia organik ditemukan gangguan pada organ yang bisa menjadi pemicu, sedangkan pada dispepsia fungsional pemicu tidak ditemukan.

"Pada dispepsia fungsional atau non organik, tidak ditemukan gangguan organ pada pemeriksaan fisik dan edoskopi sebagai pemicu timbulnya keluhan atau peningkatan asam lambung, sering juga disebut dispepsia saja atau untuk awam dikenal sebagai sakit maag," ujar dr Helmin baru-baru ini kepada detikHealth, Senin (27/7/2020).

"Sedangkan pada dispepsia organik, ditemukan gangguan organ pada pemeriksaan fisik dan edoskopi sebagai pemicu timbulnya gejala dispepsia. Contohnya seperti penyakit ulkus peptikum (Peptic Ulcer Disease/PUD), GERD (GastroEsophageal Reflux Disease), kanker, penggunaan alkohol, atau obat kronis," imbuhnya.

dr Helmin mengatakan walaupun tidak ditemukan gangguan yang bisa menjadi pemicu, sebenarnya penyebab utama dari dispepsia fungsional adalah gaya hidup yang tidak sehat. Ia pun menyarankan agar masyarakat menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan dispepsia fungsional terjadi.

"Sebanyak 70% keluhan dispepsia merupakan dispepsia yang fungsional. Hal ini dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat termasuk dari makanan, minuman, merokok, stres, dan lain sebagainya," ungkapnya.

"Dengan mengenali dan menghindari pencetusnya maka dispepsia dapat diatasi dengan baik, gejala yang timbul pun dapat diatasi dengan pengobatan mandiri tanpa harus ke dokter," jelasnya.

dr Helmin mengatakan bahwa pengobatan yang lebih dalam harus dilakukan untuk dispepsia organik, karena hal yang menjadi pemicu jenis ini biasanya butuh penanganan khusus dari dokter.

"Sedangkan 30% sisa keluhan adalah dispepsia organik, di mana biasanya ditemukan gangguan yang memerlukan penatalaksanaan khusus dari dokter," ungkap dr Helmin.

Oleh karena itu, dibutuhkan obat yang terbukti mengatasi sakit maag atau dispepsia tersebut. Jika Anda mengalami sakit maag, maka bisa mencoba Promag Herbal. Obat Herbal ini bermanfaat untuk membantu meredakan gangguan lambung, seperti mual dan muntah, perih ulu hati, serta kembung atau sebah.

Promag Herbal dengan kandungan 8 herbal seperti Kunyit, Jahe Merah, Madu, dan bahan berkhasiat lainnya yang hangat di tenggorokan dan perut sehingga dapat mengurangi rasa mual, praktis untuk dibawa ke mana saja dan diminum kapan saja. Promag Herbal juga bisa diminum langsung atau dicampur dengan air hangat.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)