Selasa, 28 Jul 2020 14:20 WIB

Ingin Jadi Relawan Uji Vaksin Corona Sinovac? Ini Fasilitas yang Didapat

Yudha Maulana - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Bandung -

Sebanyak 1.620 relawan akan dilibatkan dalam proses uji klinis vaksin Corona COVID-19 dari Sinovac. Pengujian akan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD). Selama menjalani masa pengujian, relawan akan dilindungi oleh asuransi.

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Eddy Fadlyana mengatakan, dalam pengujian ini pihaknya bekerjasama dengan PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida) sebagai pemberi asuransi.

Lewat asuransi ini, keluhan kesehatan dari tingkat ringan sampai berat akan terlingkupi selama periode penelitian berlangsung.

"Jadi semua jenis penyakit ringan sampai berat selama periode penelitian," ujar Eddy saat dihubungi wartawan, Selasa (28/7/2020).

Kesehatan peserta dipastikan tetap dipantau oleh petugas penelitian secara teratur selama jalannya penelitian, atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin terakhir. Selain itu, calon relawan juga akan mendapatkan pemeriksaan rapid test dan swab test secara gratis.

Setelah diinjeksi vaksin, relawan tak perlu melakukan isolasi mandiri. Eddy melanjutkan, tidak ada pantangan yang spesifik bagi relawan vaksin.

"Secara spesifik tidak ada pantangan, subjek bisa melakukan aktivitas yang ada, pada fase pertama dan yang kedua memang ada reaksi lokal," ujar Eddy.

Terkait efek samping vaksin dari Sinovac Biotech itu, memang ada temuan subjek yang mengalami diare, demam, pnemunoia pada fase sebelumnya, namun setelah ditelusuri gejala tersebut tak ada kaitannya dengan pemberian vaksin.

"Ada yang diare, pnemuonia, demam tapi setelah ditelusuri tidak ada hubungannya dengan pemberian vaksin," ujar Eddy.

Dikutip dari laman unpad.ac.id, pendaftaran peserta uji klinis dibuka hingga 31 Agustus 2020. Pendaftaran bisa dilakukan dengan menghubungi Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Lantai 1 RSUP Hasan Sadikin Bandung.



Simak Video "Benarkah Usai Vaksinasi Masyarakat Bisa Hidup Normal Tanpa Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)