Selasa, 28 Jul 2020 20:00 WIB

Dokter Ini Tuai Kontrovesi Setelah Mengklaim Sembuhkan 350 Pasien Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi corona Seorang dokter klaim berhasil sembuhkan 350 pasien Corona. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Seorang dokter mendadak viral setelah mengklaim mampu mengobati pasien Corona dengan tingkat kesembuhan yang tinggi. Dr Stella Immanuel, dokter umum di Amerika Serikat, mengatakan dia telah merawat lebih dari 350 pasien Corona di AS dengan hidroklorokuin dan zinc.

Immanuel mengungkapkan hal ini saat berbicara di America's Frontline Doctors Summit, di depan Mahkamah Agung Washington DC, AS. Video Dr Immanuel saat berbicara mengenai hidroklorokuin mendadak viral di media sosial dan telah ditonton sebanyak 20 juta kali sebelum dihapus oleh Facebook.

"Saya di sini karena saya secara pribadi telah merawat lebih dari 350 pasien COVID-19. Pasien dengan diabetes, hipertensi, mengidap asma, orang tua, saya pikir pasien tertua saya berusia 92 tahun. Saya menggunakan hidroklorokuin, zinc, dan Zithromax, dan hasilnya baik-baik saja," tutur Immanuel dikutip dari News.com.au.

Immanuel juga merujuk sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat untuk mendukung klaimnya tentang kemanjuran hidroklorokuin dan menyebut banyak perusahaan farmasi bersekongkol melawan penggunaan obat itu untuk pasien COVID-19.

Hanya saja, video tersebut banyak dipertanyakan, terlebih tak ada satupun dokter yang mengikuti agenda America's Frontline Doctors yang memakai masker.

National Institutes of Health (NIH), pusat penelitian medis di AS dan Food and Drug Administration sebelumnya memperingatkan untuk tidak menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien Corona.

Juga, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford yang melibatkan 11 ribu pasien Corona di Inggris menyimpulkan tidak ada efek yang manjur dari penggunaan hidroklorokuin bagi pasien Corona yang dirawat di rumah sakit.

Ada beberapa harapan bahwa hidroklorokuin bisa efektif jika digunakan sejak awal ketika seseorang terkena virus sebelum dirawat di rumah sakit. Namun belum ada penelitian yang jelas mengenai hal ini.



Simak Video "Dua Pasien COVID-19 Menikah di Rumah Sakit Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)