Rabu, 29 Jul 2020 11:08 WIB

Awas! Gara-gara Hal Sepele Ini, Orang Bisa Sakit Perut

Inkana Putri - detikHealth
sakit perut Foto: shutterstock
Jakarta -

Sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai hal, bahkan hal sepele sekalipun. Bahkan kebiasaan sepele itu tak sadar sering dilakukan. Melansir Livestrong, berikut hal sepele yang bisa menimbulkan gejala sakit perut.

Tidur Setelah Makan

Tidur setelah makan mungkin terasa nikmat, namun tubuh akan tetap bekerja keras mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah gastrointestinal (GI), masalah tidur, serta penambahan berat badan. Dalam melakukan mencerna makanan, sistem pencernaan akan bekerja efektif jika dilakukan saat posisi tegak.

Jika dilakukan dalam keadaan tidur, asam lambung pada tubuh bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan refluks asam. Akibatnya, Anda bisa merasakan sakit perut seperti mulas, perih, maag sehingga menyebabkan tidur tak nyenyak. Hal yang sama juga dikatakan oleh Medical Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi.

"Tidur sehabis makan membuat posisi lambung yang masih penuh semakin rata dengan kerongkongan sehingga sangat memungkinkan terjadi aliran balik makanan dari lambung menuju kerongkongan atau mulut, ini biasanya memicu GERD," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Menunda Makan

Saat dikejar deadline, sering sekali makan menjadi hal yang ditunda atau bahkan lupa. Padahal, membiarkan perut kosong sepanjang hari bisa meningkatkan risiko terkena maag. Meskipun tidak mengonsumsi makanan, perut akan terus memproduksi asam lambung. Oleh karena itu, membiarkan perut kosong seharian bisa membuat produksi asam mengiritasi lambung karena tidak ada makanan yang dapat dicerna.

Makan dalam Porsi Besar

Bagi Anda yang gemar makan dalam porsi besar, dr. Helmin mengatakan hal sepele ini dapat meningkatkan produksi asam pada lambung sehingga mengakibatkan maag. Risiko mengalami obesitas juga bisa terjadi saat kebiasaan ini dilakukan terus menerus. Oleh karena itu, sebaiknya makanlah dalam porsi sedikit dan sering dibandingkan makan dengan porsi besar sekaligus.

"Kapasitas lambung akan menentukan produksi asam untuk membantu pencernaan. Dengan terbiasa makan dengan porsi besar akan membiasakan produksi asam lambungnya menjadi tinggi, dan ini akan menjadi pemicu sakit maag terutama saat prosinya tidak sebanyak biasanya," katanya.

Makan Terlalu Cepat

Rasa lapar sering sekali membuat diri kalap saat makan sehingga menyantap makanan dengan terlalu cepat yang sebenarnya tidak baik bagi sistem pencernaan. Menurut dr. Helmin, makan terlalu cepat membuat makanan tidak tercerna baik di mulut sehingga pencernaan di organ selanjutnya (lambung) menjadi kerja keras dan dapat memicu sakit maag.

Saat sakit perut muncul, pastikan Anda tidak sepelekan hal tersebut. Cobalah untuk konsumsi obat herbal seperti kunyit atau madu. Melansir The Healthy, proses pencernaan menjadi salah satu proses rumit karena melibatkan air liur, otot kerongkongan, empedu, dan organ lainnya untuk memecah makanan. Di dalam kunyit terdapat vitamin, mineral, senyawa anti-inflamasi, antioksidan, dan serat yang mampu membantu produksi asam, pergerakan otot, dan penyerapan nutrisi untuk menjaga segala sesuatu tetap berjalan seperti seharusnya.

Selain itu, kunyit juga mampu meredakan berbagai masalah perut dan lambung seperti nyeri perut, diare, kembung, bahkan mual. Bagi Anda yang mengalami gangguan pada lambung, tidak perlu repot membuat rebusan kunyit, karena Anda bisa mengkonsumsi Promag Herbal yang praktis dan mengandung kunyit, jahe merah, madu, royal jelly, dan bahan herbal lainnya. Sehingga dapat meredakan perut kembung, mual, begah, dan maag.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)