Rabu, 29 Jul 2020 19:05 WIB

Vaksin Corona Sinovac dari China Halal? Ini Jawab Menristek RI

Siti Fatimah - detikHealth
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: Siti Fatimah/detikHealth)

Rencananya, vaksin yang dibuat ini akan diproduksi sebanyak 250 juta dus. Pihaknya menyebut, proses produksi akan dilakukan di Biofarma dengan bentuk platform protein rekombenan dan diprediksi mulai uji klinis pada hewan akhir tahun ini.

"Yang berbeda dari vaksin Sinovac yaitu inactivaty virus, kalau merah putih platformnya protein rekombenan. Ternyata Biofarma punya kemampuan untuk mengerjakan berbagai platform," ucapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama Biofarma Honesti basyir mengatakan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang farmasi terbesar se-Asia Tenggara, Biofarma akan mengerjakan dari mulai pengembangan hingga final project.

"Kita targetkan yang vaksin merah putih itu tahun depan uji klinik ke manusia fase 1, 2, 3. Kalau lancar itu semuanya, mudah-mudahan awal tahun 2022 kita mungkin sudah bisa memproduksi vaksin merah putih," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)