Rabu, 29 Jul 2020 19:05 WIB

Vaksin Corona Sinovac dari China Halal? Ini Jawab Menristek RI

Siti Fatimah - detikHealth
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: Siti Fatimah/detikHealth)
Bandung -

Vaksin CoronaCOVID-19 yang dibuat asal perusahaan China,in Sinovac, akan menjalani uji klinis fase tiga di Indonesia. Jika selama proses berjalan dengan lancar vaksin ini diprediksi akan produksi masal pada awal tahun 2021.

Kabar tentang penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satu hal yang kerap jadi pertanyaan adalah bagaimana status halal vaksin.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, secara umum penentuan halal dan tidaknya sebuah vaksin melalui dua tahap.

"Tentunya ada dua tahap di tahap pengembangan atau risetnya dan nanti tahap produksi," kata Bambang saat ditemui di Jalan Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung pada Rabu, (29/7/2020).

Lebih lanjut, mengenai vaksin Sinovac yang merupakan hasil kerja sama dengan pihak luar, dia mengatakan, bisa diketahui saat produksi yang dilakukan oleh Biofarma dibarengi konsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Biofarma sudah punya pengalaman panjang untuk mendapatkan status tersebut dari Dewan Syariah atau Dewan MUI," ujarnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Biofarma, Bambang membawa misi mengenai rencana riset dan penelitian vaksin Merah Putih. Berbeda dengan vaksin Sinovac, pihaknya memastikan vaksin yang dibuatnya kali ini sudah dapat dipastikan halal bahan dan proses pembuatannya

"Kalo dari kami iya (halal), lembaga Eijkman sejak awal berkonsultasi dengan MUI mengenai apa saja yang harus dipenuhi bisa memenuhi syarat panjang agar halal," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2