Kamis, 30 Jul 2020 14:05 WIB

Hoax Zaman Flu Spanyol, Lele hingga Nyi Roro Kidul Diklaim Jadi Penangkal

Elsa Himawan - detikHealth
Hoax flu spanyol Hoax juga banyak beredar sejak zaman flu spanyol (Foto: YouTube BNPB)
Jakarta -

Jauh sebelum ada pandemi virus Corona COVID-19, dunia pernah mengalami pandemi flu spanyol yang tak kalah mematikan pada 1918. Menariknya, hoax juga banyak beredar pada masa itu.

Ravando Lie, seorang kandidat doktor sejarah di Universitas of Melbourne, menceritakan bahwa flu Spanyol memiliki penularan yang sangat cepat dan mematikan. Oleh sebab itu, pada tahun 1918, dokter menyarankan untuk menghindari kegiatan kumpul-kumpul karena diyakini dapat membuat seseorang tertular virus ini.

Kondisi serupa juga dialami oleh masyarakat era sekarang akan virus Corona.

Kondisi lain yang juga mirip adalah, berbagai hoaks juga beredar pada era pandemi flu spanyol. Ravando menjelaskan bahwa salah satu hoaks yang beredar berada di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengatakan bahwa ikan lele berkhasiat untuk menangkal flu Spanyol.

"Padahal itu hanya akal-akalan tukang lele saja. Masyarakat percaya, sehingga stok lele saat itu ludes dan melonjak berkali lipat," ujar Ravando, dalam wawancara dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Kamis (30/07/2020).

Belakangan, terungkap bahwa hal itu cuma akal-akalan pedagang lele.

Hoax lain yang tercatat dalam arsip pemberitaan beredar di daerah Purwekerto. Deberapa orang mengklaim bahwa mereka ditemui oleh Nyi Roro Kidul, lalu didatangi oleh banyak orang untuk meminta keselamatan dari flu ini.

"Orang-orang mencari keuntungan sendiri. Mereka mengklaim ditemui Nyi Roro Kidul. Masyarakat harus datang dan menyumbang ke rumah mereka, untuk mendapatkan doa, sehingga dapat diselamatkan dari flu ini," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog Soroti Cara Pemerintah Tangkal Hoax Konspirasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)