Jumat, 31 Jul 2020 05:20 WIB

Round Up

Apa Itu Fetish dan Tepatkah Gilang Bungkus 'Kain Jarik' Disebut Fetish?

Ayunda Septiani - detikHealth
Young girl feet in colorful flipflop sandal on sea beach Fetish merupakan ketertarikan terhadap objek tertentu, misalnya kaki pada foot fetish (Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative)

Kenapa fetish bisa terjadi?

Dilansir dari laman Healthline, beberapa ahli percaya bahwa pola dari gairah erotis terkait dengan fetish ini terjadi sebelum pubertas. Satu teori adalah bahwa hal ini dihasilkan dari kecemasan atau trauma di masa lalu. Teori lainnya adalah paparan awal terhadap pengalaman seksual yang menuntut kondisi dari seseorang untuk percaya bahwa bagian tubuh atau objek nonseksual menarik secara seksual.

Namun apakah Gilang Bungkus termasuk fetish?

Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, psikolog dari perusahaan konsultan Magna Cita Marlin, mengatakan untuk kasus seperti Gilang belum tentu bisa dikatakan fetish karena tidak ada sentuhan terhadap benda objek tersebut.

"Sepengetahuan saya soal fetish itu bukan seperti itu, jadi dia nggak ngebungkus orang lain harusnya. Harusnya dia ngebungkus diri sendiri dan dia masturbasi," jelas Rosdiana kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

"Biasanya fetish itu kita yang melakukan hubungan seksual dengan barang itu, jadi bukan kita nyuruh orang lain," tambah Rosdiana.

Selain itu, Rosdiana memberikan sebuah contoh jika seseorang memiliki kondisi fetish terhadap suatu benda mati maka mereka akan melakukan hubungan seks dengan benda tersebut.

"Jadi misalnya, saya pernah melihat sebuah film dalam rangka pembelajaran, orang itu dia fetish terhadap mobil. Itu dia melakukan hubungan seks dengan mobil tersebut. Jadi dia masuk masuk ke bawah kap mobil," kata Rosdiana.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)