Senin, 03 Agu 2020 08:48 WIB

Berbeda dengan Trump, Pakar Kesehatan AS Percaya Corona Tak Akan Hilang

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/05) mengatakan bahwa Benua Amerika kini dianggap sebagai pusat baru pandemi virus Corona. Ilustrasi pandemi Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Hingga kini sudah lebih dari 18 juta orang yang telah terinfeksi virus Corona (COVID-19) di seluruh dunia. Pakar kesehatan Amerika Serikat (AS) pun percaya bahwa COVID-19 tak akan pernah hilang.

"Saya tidak percaya itu akan hilang karena ini adalah virus yang sangat menular," kata penasihat kesehatan Gedung Putih, pakar ahli infeksi menular terkenal di AS, Dr Anthony Fauci, dikutip dari CNBC.

Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sang presiden beberapa kali menyatakan bahwa virus Corona akan menghilang dengan sendirinya.

Meski begitu, Fauci mengatakan bahwa kemungkinan para pemimpin dan pejabat kesehatan di seluruh dunia dapat melakukan suatu tindakan yang membuat pandemi Corona turun ke 'level' yang lebih rendah.

Namun, Fauci menjelaskan hingga kini belum ada jaminan bahwa para ilmuwan dapat menemukan vaksin yang aman dan efektif untuk virus Corona. Menurutnya AS saat ini jadi yang paling terdepan dalam mengembangkan vaksin Corona.

"Saya tidak yakin ada vaksin yang pengembangannya lebih jauh dari kita, sehingga kita sampai harus bergantung pada negara lain untuk mendapatkan vaksin," tuturnya.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)