Senin, 03 Agu 2020 21:30 WIB

Kasus Corona Kian Meningkat, Presiden Filipina Kembali Terapkan Lockdown

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bendera Filipina dikibarkan warga selama masa karantina Corona. Hal itu sebagai apresiasi pada para pahlawan yang berada di garis depan perang lawan COVID-19. Presiden Filipina kembali berlakukan kebijakan lockdown di Manila. (Foto: AP Photo/Aaron Favila)
Jakarta -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akhirnya kembali terapkan kebijakan lockdown di Manila. Kebijakan ini dilakukan karena adanya penemuan kasus baru virus Corona yang terjadi selama empat hari berturut-turut.

Duterte menyadari jika lonjakan kasus yang terjadi secara terus-menerus ini bisa membuat fasilitas dan petugas kesehatan di Manila tumbang.

"Kami mengerti bahwa kalian (petugas medis) lelah, baik dari tekanan, ketidakpastian, dan ketakutan terinfeksi COVID-19 dengan tidak mendapatkan apapun sebagai balasannya," kata Duterte setelah bertemu para menteri kabinetnya, pada Minggu (2/8/2020) malam.

"Kami sedang melakukan yang terbaik. Maaf, Manila," lanjutnya, dikutip dari The Straits Times, Senin (3/8/2020).

Duterte kembali menerapkan kebijakan lockdown tersebut setelah menyetujui rekomendasi dari satuan tugas penanganan COVID-19. Mereka menyarankan untuk mengisolasi lagi Manila dan wilayah di sekitarnya hingga 18 Agustus 2020 mendatang.

Desakan untuk memberlakukan lagi lockdown ini muncul setelah 80 kelompok yang mewakili 80.000 dokter dan perawat menyerukan untuk pengawasan yang lebih ketat, di ibu kota negara Filipina itu dan provinsi yang ada di dekatnya. Ini karena Filipina mencatat adanya ribuan kasus baru Corona tiap harinya.

Meski tengah melakukan hal yang terbaik untuk mengatasinya, Duterte menolak keras rekomendasi untuk menerapkan lockdown secara ketat di Manila. Hal ini karena masalah ekonomi yang tengah dialami negara tersebut.

"Kami tidak punya uang lagi. Saya tidak bisa memberikan makanan dan uang lagi pada orang-orang," ujar Duterte.

Sebelumnya, aturan lockdown di Manila telah dilonggarkan pada 1 Juni lalu setelah dilakukan selama dua bulan. Selama itu, masyarakat Manila hanya boleh keluar untuk membeli makanan, kebutuhan pokok, hingga bekerja bagi mereka yang tidak bisa mengerjakannya di rumah.



Simak Video "Kasus COVID-19 Indonesia Tak Lagi Tertinggi di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)