Selasa, 04 Agu 2020 11:49 WIB

Pulih dari Corona, Dokter Tertua di Wuhan Ingin Kembali Rawat Pasien

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Foto ilustrasi dokter. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Pakar pernapasan sekaligus dokter tertua di Wuhan, China, Zhang Hewu dinyatakan sembuh dari infeksi virus Corona COVID-19 dan ia kembali bekerja di sebuah Rumah Sakit Paru di Wuhan, di tempat ia bekerja selama 62 tahun terakhir.


Dilansir dari laman Asia One, Zhang terinfeksi virus Corona COVID-19 pada bulan Januari lalu ketika ia merawat pasien di rumah sakit. Kondisi pria yang sudah berumur 82 tahun itu memburuk secara signifikan, bahkan sempat menderita gagal pernapasan.

"Itu benar-benar sulit. Saya tidak bisa bicara atau bernapas normal dan terus-menerus terengah-engah," kata Zhang.

Bertentangan dengan saran dokter yang merawat Zhang, ia menolak untuk memakai ventilator atau dilarikan ke ruang ICU karena ingin mendahulukan pasien yang lebih muda.

"Saya tidak takut mati, karena kematian akan datang cepat atau lambat, dan saya memberi tahu dokter bahwa mereka tidak harus menyelamatkan saya jika keadaan menjadi sangat buruk," katanya.

Selama dirawat, Zhang meminta kepada anak laki-laki dan cucunya untuk mengirimkan hasil penelitian terbaru COVID-19 agar tetap bisa mendapatkan informasi terbaru.

Berkat kondisi fisik yang baik dan upaya dari dokter, Zhang akhirnya berhasil sembuh dari virus Corona COVID-19. Kemudian, ia dipulangkan dari rumah sakit pada akhir April.

Virus Corona COVID-19 telah banyak merusak sistem pernapasannya. Zhang menjalani dua bulan rehabilitasi untuk pemulihan hingga bisa benar-benar pulih pada akhir Juni.

Zhang mengaku kembali bekerja pada 1 Juli karena ingin terus berkontribusi kepada rumah sakit dan menyelamatkan lebih banyak pasien Corona. Semenjak kembali bekerja, dia berpatroli di bangsal, memberikan konsultasi, dan juga menerima pasien.

"Saya pikir menjadi dokter adalah salah satu pekerjaan yang paling memuaskan di dunia, dan saya berharap menjadi dokter tertua yang masih bekerja di Wuhan," jelas Zhang.

"Saya tidak pernah berpikir untuk pensiun. Saya hanya akan pensiun di hari terakhir hidup saya," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)