Rabu, 05 Agu 2020 14:00 WIB

Jawaban WHO Soal Apakah Anak Sudah Aman Kembali ke Sekolah

Firdaus Anwar - detikHealth
Beberapa negara di dunia telah membuka kembali pintu sekolah di tengah Pandemi dan dalam masa new normal. Apa yang siswa rasakan? Ilustrasi anak kembali bersekolah di tengah pandemi Corona. (Foto: Dok. UNICEF)
Jakarta -

Untuk menghindari penyebaran virus Corona COVID-19 yang lebih luas di masa awal pandemi, beberapa negara termasuk Indonesia memutuskan menghentikan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Seiring berjalannya waktu, tuntutan untuk kembali membuka sekolah menguat karena berbagai alasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyadari orang tua mulai galau dengan kondisi belajar jarak jauh. Satu hal yang kerap jadi pertanyaan apakah kondisi wabah Corona sekarang sudah lebih aman sehingga anak bisa kembali ke sekolah?

Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan, menjelaskan bahwa anak-anak secara umum memang tidak banyak yang mengalami bentuk infeksi COVID-19 parah dibandingkan kelompok umur lebih tua. Namun, perlu diketahui bahwa anak-anak tetap bisa berperan dalam proses penyebaran virus.

"Penyakit ini bisa saja menyebar di antara anak-anak, pada akhirnya mungkin menemukan anak yang kekebalan tubuhnya lemah atau punya kelemahan sehingga menimbulkan infeksi parah," kata Mike dalam wawancara yang dibagikan WHO di situs resminya.

"Atau saat kembali ke rumah anak akan menularkannya ke kakek-nenek dan orang lain," lanjutnya seperti dikutip pada Rabu (5/8/2020).

Ini berarti bila suatu daerah masih memiliki kasus penyebaran virus Corona di tingkat komunitas, maka perlu ekstra kehati-hatian untuk memutuskan membuka sekolah. Mike menyebut perlu upaya dari masyarakat dalam menghentikan penyebaran virus sehingga anak bisa kembali bersekolah secepatnya.

"Kita harus secepatnya mengusahakan agar anak bisa kembali ke sekolah. Satu cara paling efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan penyakit ini di tingkat komunitas masyarakat," pungkas Mike.



Simak Video "Kesalahan Strategi Negara dalam Tangani Corona Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)