Rabu, 05 Agu 2020 18:30 WIB

Alami Lonjakan Kasus Corona, Prancis Hadapi Ancaman Gelombang Kedua COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Covid-19: Ribuan orang ikuti festival musik, abaikan aturan lockdown di Prancis Prancis hadapi ancaman gelombang kedua COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Para ilmuwan memprediksi Prancis mungkin akan dilanda gelombang kedua virus Corona COVID-19 tahun ini. Gelombang kedua ini diprediksi akan terjadi pada musim gugur sekitar bulan September, atau musim dingin di Desember 2020 ini.

Peringatan akan gelombang kedua muncul setelah angka kasus di negara tersebut semakin melonjak. Hal ini terjadi karena dicabutnya kebijakan lockdown demi memperbaiki perekonomian negara.

"Sangat mungkin bahwa kita akan mengalami gelombang epidemi kedua di musim gugur atau musim dingin ini," kata komite ilmiah Prancis yang dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2020).

Menurut komite ilmiah tersebut, jika masih banyak orang yang tidak mematuhi aturan menjaga jarak sosial itu bisa mempengaruhi terjadinya penyebaran virus Corona baru yang lebih banyak dalam waktu dekat, sehingga kasus semakin banyak terjadi.

Di negara tetangganya, Jerman, dokter di sana mengatakan bahwa pihaknya sudah menghadapi gelombang kedua pandemi. Ini terjadi karena masyarakat setempat mulai mengabaikan pedoman kesehatan. Salah satunya menjaga jarak sosial, sehingga menyia-nyiakan keberhasilannya dalam mengendalikan virus Corona seperti sebelumnya.

Saat ini, pemerintah Prancis sudah mulai memperketat aturan kebersihan publik di kota-kota yang ada di negara tersebut, seperti Lille, Nice, dan Toulouse. Pemerintah menganjurkan mereka untuk selalu menggunakan masker saat berada di pusat keramaian.

Prancis telah melaporkan sebanyak 3.376 kasus COVID-19 baru dalam 3 hari terakhir ini. Bahkan jumlah pasien COVID-19 yang harus mendapat perawatan intensif untuk menangani penyakit ini pun juga semakin meningkat.

"Sangat penting untuk terus menaati pedoman kesehatan untuk tidak mencium dan berjabat tangan. Tetap pakai masker, rajin cuci tangan atau gunakan hand sanitizer," kata Presiden Emmanuel Macron.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)