Sabtu, 08 Agu 2020 16:45 WIB

Terpopuler Sepekan: Gas Beracun Nitrous Oxide Muncul Akibat Ledakan di Lebanon

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ledakan di Lebanon memicu kerusakan parah pada separuh wilayah ibu kota Beirut. Sedikitnya 300 ribu orang kehilangan rumah akibat ledakan dahsyat ini. Ledakan di Beirut cemarkan gas beracun. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Tidak hanya menyisakan ratusan korban jiwa dan ribuan luka orang luka-luka. Ledakan 2.750 ton amonium nitrat di Beirut juga menyebabkan udara tercemar gas beracun nitrous oxide atau N2O.

Oleh sebab itu, warga diimbau untuk menggunakan masker dan tidak keluar ruangan. Kedutaan Amerika Serikat juga mengimbau warganya di Beirut untuk melakukan hal yang sama.

"Ada laporan gas beracun terlepas dalam ledakan sehingga seluruh di area harus tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker jika tersedia," demikian bunyi pesan tersebut, dikutip dari Washington Post, Rabu (5/8/2020).

Rumah sakit di Beirut pun dilaporkan kewalahan. Banyak pasien yang akhirnya harus dikirim ke luar Beirut untuk ditangani lebih lanjut.

Kasus virus Corona pun dilaporkan kembali melonjak usai ledakan di Beirut terjadi. Hal ini juga menambah beban medis menangani pasien yang terus melonjak di rumah sakit setempat.

"Virus Corona di Lebanon sedang 'meningkat' dan akan lebih sulit untuk dikendalikan setelah apa yang telah terjadi," kata Firass Abiad, manajer umum Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri Beirut, rumah sakit pemerintah utama Lebanon yang bertugas mengelola epidemi, dalam cuitan tweetnya Kamis (6/8/2020).

Dikutip dari Healthline, nitrous oxide merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau dan dikenal sebagai 'gas tertawa'. Jika terhirup, gas ini bersifat sedatif atau menenangkan tetapi dalam kadar tertentu bisa menyebabkan keracunan.

Beberapa gejala akut keracunan nitrous oxide antara lain:

Pusing, mual, muntah
Letih
Sakit kepala
Keringat berlebih
Menggigil



Simak Video "Dibantu UEA, WHO Kirim Bantuan ke Lebanon"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)