Senin, 10 Agu 2020 10:08 WIB

Gejala dan Cara Penularan Pes Bubonic, Wabah yang Sebabkan China Siaga

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wabah pes di China: WHO memastikan wabah tidak berisiko tinggi, Rusia larang warganya berburu marmot Gejala dan cara penularan wabah pes bubonic yang sebabkan Chna siaga. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Seorang warga China dilaporkan meninggal karena terinfeksi pes bubonic. Hal ini membuat China siaga 3 terkait pencegahan dan penularan wabah bubonic sampai akhir tahun 2020.

Pasien dilaporkan meninggal setelah mengalami kegagalan multi organ. Kasus ini menjadi kematian akibat wabah pes bubonic yang kedua yang dikonfirmasi China tahun ini.

Sebenarnya bagaimana gejala pes bubonic ini?

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menjelaskan pengidap pes bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa menyakitkan di bawah lengan, leher, atau di selangkangan. Sementara dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang dapat diidentifikasi saat terinfeksi pes bubonic seperti berikut.

- Demam dan menggigil.
- Kelemahan ekstrim
- Sakit perut, diare, dan muntah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Pendarahan kulit, hidung, atau mulut.

Gejala pes bubonic bisa muncul usai masa inkubasi dalam satu hingga enam hari. Dikutip dari laman resmi CDC, tanpa pengobatan bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Penularan bubonic antar manusia jarang terjadi, tetapi bakteri penyebab pes bubonic bisa menyebabkan penyakit lain seperti septikemia dan pneumonik. Pasien septikemia umumnya mengeluhkan gejala demam, kedinginan, kelemahan ekstrem. Sementara pasien pneumonik mengalami gejala demam, sakit kepala, lemas, pneumonia yang menyebabkan sesak napas nyeri dada dan batuk.



Simak Video "China Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Wabah Bubonic"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)