Senin, 10 Agu 2020 13:00 WIB

6 Fakta Wabah Pes Bubonic yang Bikin China Siaga

Ayunda Septiani - detikHealth
Yersinia pestis bacteria, artworkYersinia pestis bacteria, artwork Enam fakta wabah pes bubonic yang bikin China siaga. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/royaltystockphoto)
Jakarta -

Seorang warga China dilaporkan meninggal karena terinfeksi pes bubonic atau bubonic plague. Hal ini membuat China siaga 3 terkait pencegahan dan penularan wabah bubonic sampai akhir tahun 2020.

Pasien dilaporkan meninggal setelah mengalami kegagalan multi organ. Kasus ini menjadi kematian akibat wabah pes bubonic kedua yang dikonfirmasi China tahun ini.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 6 fakta mengenai pes bubonic, penyakit yang mewabah di China.

1. Apa itu pes bubonic?

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pes bubonic atau bubonic plague adalah penyakit zoonosis yang menyerang hewan pengerat dan bisa tertular ke manusia. Berdasarkan organ yang terinfeksi pes, penyakit ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

- Pes pada sistem limfatik (bubonic plague)
- Pes pada aliran darah (septicemic plague)
- Pes pada paru-paru (pneumonic plague).

"Wabah pes yang paling umum disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri (bubonic plague). Penularan ini akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa meradang dan berubah menjadi luka terbuka yang bernanah," demikian dikutip dari laman tersebut, Senin (10/8/2020).

2. Disebabkan oleh bakteri yersinia petis

Penyakit pes bubonic disebabkan oleh infeksi bakteri yersinia pestis yang bisa dibawa oleh tikus, kelinci, kambing, domba, dan kucing.

"Faktanya, lebih dari 200 spesies hewan dapat terinfeksi oleh penyakit ini," sebut Pusat Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Iowa State University melalui Health.

3. Gejala pes bubonic

Menurut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menjelaskan, pengidap pes bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa menyakitkan di bawah lengan, leher, atau di selangkangan. Sementara itu, dikutip dari laman Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang dapat diidentifikasi saat terinfeksi pes bubonic, apa saja?

- Menggigil dan demam
- Kelemahan ekstrim
- Sakit perut, muntah, dan diare
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Pendarahan kulit, mulut, atau hidung.

Gejala pes bubonic adalah muncul usai masa inkubasi dalam satu hingga enam hari. Dikutip dari laman resmi CDC, tanpa pengobatan bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

4. Penularan melalui kontak langsung

"Orang dapat terinfeksi oleh wabah melalui gigitan kutu, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau menghirup bakteri. Gigitan kutu adalah bentuk penularan yang paling umum," jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Dalam kasus penyakit pes bubonic, bakteri berkembang biak di kelenjar getah bening paling dekat dari tempat bakteri masuk ke dalam tubuh.

Wabah bisa menjadi penyakit yang sangat parah pada manusia, terutama dalam bentuk septikemia dan pneumonia, dengan rasio fatalitas kasus 30% - 100% jika tidak diobati.

5. Diagnosis dini sangat penting

Jika penyakit pes tidak diobati dengan cepat, bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan mengakibatkan komplikasi yang lebih serius.

CDC merekomendasikan seorang pasien yang didiagnosis terinfeksi pes harus diisolasi di rumah sakit. Demi mencegah kematian akibat pes, antibiotik harus diberikan dalam waktu 24 jam setelah timbulnya gejala.

6. Bisakah wabah pes bubonic jadi pandemi?

Wabah pes tidak seperti virus Corona COVID-19, saat ini sudah ada prosedur perawatan yang jelas untuk wabah pes bubonic. Artinya, kecil kemungkinan terjadi pandemi seperti pada abad ke-14.

"Kita sekarang memiliki pemahaman tentang bagaimana penyakit ini ditularkan. Kita tahu mencegahnya, penanganan dan penularannya," kata Dr. Shanthi Kappagoda, seorang dokter penyakit menular di Stanford Health Care, kepada Healthline.

"Kita juga bisa merawat pasien yang terinfeksi dengan antibiotik yang efektif dan memberi obat tersebut pada mereka yang mungkin terpapar bakteri dan mencegah mereka sakit," sambungnya.



Simak Video "China Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Wabah Bubonic"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)