Selasa, 11 Agu 2020 08:42 WIB

Vietnam Laporkan Lonjakan Kasus Kematian Virus Corona, Apa yang Salah?

Ayunda Septiani - detikHealth
Hingga kini, Vietnam tidak memiliki satu pun kasus kematian akibat virus Corona. Vietnam pun menjadi sorotan di dunia karena dinilai berhasil tangani Corona. Penularan Corona di Vietnam. (Foto: Getty Images/Linh Pham)
Jakarta -

Setelah 99 hari berturut-turut Vietnam melaporkan tidak ada penularan kasus lokal COVID-19, kini negara tersebut melaporkan lonjakan kasus infeksi dan kematian akibat Corona. Hal ini memunculkan pertanyaan: apa yang salah?

Sebelumnya, pada minggu lalu Vietnam belum mencatat satu pun kasus kematian akibat virus Corona. Namun setelah itu, Vietnam melaporkan jumlah kematian akibat Corona mencapai 10 orang.

Vietnam menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan lockdown dan disebut sebagai salah satu wilayah yang berhasil menekan angka penularan Corona. Bahkan keputusan tersebut membuat Vietnam kala itu tidak mencatatkan adanya kasus kematian Corona.

Tetapi, lonjakan kasus baru-baru ini di kora Da Nang, Vietnam, membuat semua orang terkejut. Tidak ada yang tahu bagaimana kasus di Da Nang akhirnya menimbulkan lonjakan infeksi Corona bahkan kematian.

Saat ini ada 800 kasus di Vietnam, termasuk di ibu kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, yang biasa dikenal sebagai Saigon.

Beragam analisa kemudian mulai muncul setelah kejadian tersebut. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Vietnam mengatakan jenis virus Corona yang ada di kota Da Nang, lebih menular daripada virus Corona yang ada sebelumnya.

Dikutip dari laman BBC, di Hanoi Prof Rogier van Doorn, direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford, mengatakan sumber wabah terbaru ini masih menjadi "misteri besar".

Timnya bekerja sama dengan pemerintah untuk berfokus pada "pekerjaan detektif genetik" atau pengurutan genom virus yang dapat membantu memerangi rantai penularan.

Media lokal telah memuat laporan yang menunjukkan wabah terbaru mungkin disebabkan oleh jenis virus yang lebih ganas. Yang lain menunjuk pada kasus penyelundupan orang baru-baru ini di sepanjang perbatasan Vietnam-China.

Tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan jenis virus yang lebih mematikan atau bahwa para migran telah membawa virus ke negara itu.

Kemungkinan lain, kata para peneliti, adalah bahwa virus tidak terdeteksi selama bulan-bulan di mana tidak ada kasus yang dilaporkan, dan berpotensi ditularkan secara tidak bergejala di masyarakat. Atau mungkin ada kesalahan di suatu tempat selama proses karantina dengan seseorang yang dibebaskan sebelum waktunya.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)