Selasa, 11 Agu 2020 18:00 WIB

3 Pasien di Tegal Awalnya Positif COVID-19, Dites Ulang Hasilnya Negatif

Imam Suripto - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Ilustrasi tes corona (Foto: Agung Pambudhy)
Kota Tegal -

Tiga pasien positif COVID-19 di Kota Tegal, Jawa Tengah menempuh second dan third opinion untuk memastikan ada tidaknya paparan virus corona. Mereka memeriksakan ulang swabnya di laboratorium berbeda.

Tiga orang ini masing masing Yuli dan Winda, ASN Dinas Kesehatan Kota Tegal. Kemudian satu lagi seorang jemaat gereja bernama Putri Indah Melati Setyarine. Dua ASN dan seorang jemaat gereja ini memutuskan periksa ulang swab di laboratorium berbeda sebagai second opinion dan third opinion. Tujuannya untuk memastikan dan meyakinkan ada tidaknya virus COVID-19.

Saat dihubungi via telepon Selasa (11/8/2020) Yuli, menceritakan, pada Kamis 30 Juli lalu mengikuti pemeriksaan SWAB dari yang dilakukan oleh Provinsi Jateng.

"Tanggal 30 Juli hari Kamis itu pemeriksaan swab pertama dari Provinsi Jateng. Kemudian hari Jumat keluar hasil bahwa saya dan dua orang lain (Winda dan Putri) positif," ucap Yuli.

Yuli mengaku tidak memiliki gejala sakit apapun meski dinyatakan positif corona. Dia dan dua orang lainnya masuk katagori Orang Tanpa Gejala (OTG). Atas saran dari beberapa pihak, Yuli dan temannya itu melakukan isolasi mandiri.

Empat hari setelah divonis positif, tepatnya pada hari Senin, Yuli melakukan uji swab ulang di dua tempat berbeda. Dia memeriksakan swabnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Prodia.

"Sampel swab saya diambil di RS Mitra Keluarga dan Laboratorium Prodia yang ada di Tegal. Swab ulang sebagai second dan third opinion. Bukan berarti kami tidak percaya pemeriksaan kemarin, tapi kami pengin meyakinkan saja," sambung Yuli.

Yuli menambahkan, sampel swab yang diambil kemudian dibawa ke Jakarta untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan dari laboratorium Prodia muncul pada hari Rabu dan dua hari kemudian tepatnya hari Jumat hasil pemeriksaan dari RS Mitra Keluarga keluar. Hasil swab di dua laboratorium itu seluruhnya menyatakan negatif.

"Hari Rabu hasil laboratorium dari Prodia sudah keluar. Kemudian pada Jumatnya, dari RS Mitra Keluarga hasilnya keluar. Hasil pemeriksaan swab saya dan Winda hasilnya negatif," ungkap dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jangan Terkecoh! Lembaga Eijkman Bukan Tempat Tes Corona"
[Gambas:Video 20detik]