Selasa, 11 Agu 2020 17:54 WIB

Strategi Satgas COVID-19 Tekan Angka Kematian Pasien Corona di Indonesia

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group. Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyebut ada 22 provinsi yang berhasil menekan angka kematian pasiennya di bawah rata-rata dunia, yakni 3,64 persen. Harapannya daerah lain dapat mengikuti sehingga tingkat angka kematian Corona secara nasional juga bisa berkurang.

"Demikian pula dengan sisanya, yaitu adalah 12 provinsi kita harapkan juga bisa ditekan. Karena kalau ini bisa ditekan di bawah angka rata-rata dunia, maka secara keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia memiliki angka kematian di bawah rata-rata dunia," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/8/2020).

Untuk mencapai hal tersebut, Wiku menerangkan pemerintah memiliki strategi fokus melakukan perawatan pada pasien Corona dengan gejala. Pasien ini dirawat di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan peluang sembuh.

"Pada saat ini kita fokus pada penanganan kasus-kasus yang symptomatic atau bergejala supaya mereka bisa sembuh dan selamat," ungkap Wiku.

Wiku juga mengatakan kapasitas pemeriksaan akan terus ditingkatkan untuk melacak orang-orang yang minim atau tanpa gejala. Tujuannya agar segera dilakukan isolasi sehinga bisa menekan kemunculan kasus baru.

"Saat yang bersamaan pemerintah juga meningkatkan peningkatan testing sehingga kasus-kasus yang asymptomatic atau tidak bergejala bisa teridentifikasi untuk bisa dilakukan isolasi mandiri," pungkasnya.



Simak Video "Tips Jaga Imunitas Tubuh Agar Tetap Kuat saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)