Rabu, 12 Agu 2020 18:01 WIB

Tingkat Kematian Perokok karena COVID-19 Disebut 5 Kali Mortalitas Dunia

Elsa Himawan - detikHealth
Sebatang rokok yang dipatahkan, pertanda larangan untuk tidak merokok Perokok rentan terserang virus Corona. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Perokok punya risiko kematian lebih tinggi saat terinfeksi virus Corona COVID-19. Peningkatan risiko bahkan 5 kali lipat dibanding mortalitas dunia.

Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSPR, FISR menjelaskan bahwa mortalitas atau tingkat kematian perokok yang disebabkan oleh COVID-19 mencapai 25 persen. Sedangkan mortalitas dunia hanya 5 persen.

"Tingkat mortalitas perokok dikarenakan COVID-19 itu cukup tinggi lima kali lipat dari tingkat mortalitas dunia," ujar dr Agus pada diskusi online BNPB, Rabu (12/08/2020).

Menurut dr Agus, pemerintah harus memberikan perhatian ekstra terhadap perokok. Di antaranya dengan memberikan sosialisasi tentang bahaya rokok dan menerapkan kawasan tanpa rokok di semua wilayah.

Seorang perokok disebut memiliki sistem imun yang lebih rendah sehingga tidak efektif melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Bahkan pada perokok pasif, racun rokok juga berdampak pada imunitas.

Tidak hanya itu, rokok juga meningkatkan risiko penyakit komorbid atau penyerta. Rokok selama ini dikenal sebagai faktor risiko berbagai penyakit mulai dari gangguan jantung hingga kanker.



Simak Video "Perokok Pasif Juga Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)