Kamis, 13 Agu 2020 05:29 WIB

Apa Jadinya Jika Uji Klinis Vaksin Corona di Bandung Tak Sesuai Harapan?

Yudha Maulana - detikHealth
Penampakan vaksin Corona Sinovac Petugas bekerja di laboratorium pembuatan vaksin Corona (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Uji klinis fase ketiga kandidat vaksin COVID-19 dari Sinovac telah dimulai di enam lokasi penyuntikan di Kota Bandung pada 11 Agustus 2020. Proses penyuntikan secara simbolis disaksikan Presiden Joko Widodo di RSP Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Namun, andaikata hasil uji klinis fase ketiga kandidat vaksin dari Tiongkok ini hasilnya tak sesuai harapan, apa yang akan dilakukan Biofarma?

Sekretaris Perusahaan Biofarma Bambang Heriyanto menyatakan, pihaknya seraya menunggu perkembangan vaksin COVID-19 buatan anak bangsa, Vaksin Merah Putih yang digarap Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain itu, Biofarma juga punya rencana untuk mengembangkan vaksin bersama Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

"Sebetulnya kami punya rencana yang lain, yang itu namanya CEPI, itu kita juga punya rencana lain ini suatu koalisi pemerintah dengan swasta yang berdiri di Oslo Norwegia ini seperti lembaga yang mendorong kalau terjadi pandemi ini beberapa lembaga riset dibantu untuk segera mendapatkan kandidat vaksin," ujar Bambang, Rabu (12/8/2020).

"Nanti kalau sudah dapat, karena ini bentuknya bantuan, harus bisa diberikan ke negara lain untuk bisa mendapatkan akses. Nah kami minta juga tuh, submit proposal, ini masih dalam proses. Kalau memang berhasil, nanti kita mendapatkan seperti tadi lah, bentuknya kandidat vaksin untuk diproduksi di Indonesia," imbuhnya.

Sejauh ini, Biofarma masih intens berkomunikasi dengan Sinovac soal pengembangan kandidat vaksin ini. Keuntungannya bagi Indonesia, ujar Bambang, tak hanya soal percepatan penanganan wabah, namun juga ada transfer teknologi yang membuat Indonesia lebih siap menghadapi kondisi krisis serupa.

"Justru kita Indonesia ini beruntung karena kita mendapatkan akses vaksin, karena tidak semua negara di masa pandemi ini, tentu kan mereka akan mementingkan kepentingan negaranya masing-masing, nah Bio Farma kebetulan kita sudah pernah melakukan kerja sama sebelumnya dengan Sinovac, jadi tahun sebelumnya lah sebelum wabah ini terjadi kita sudah ada kerja sama," ujarnya.



Simak Video "Soal Vaksin Corona Sinovac, Peneliti LIPI Khawatirkan Hal Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)