Kamis, 13 Agu 2020 09:11 WIB

Satu Lagi Negara Tunjukkan Ketertarikan pada Vaksin Corona 'Sputnik V' Rusia

Ayunda Septiani - detikHealth
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP) Vaksin Rusia. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia
Jakarta -

Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein mengatakan pihaknya akan meneliti dan memeriksa vaksin virus Corona COVID-19 buatan Rusia dan akan merundingkan pembelian vaksin Corona Rusia jika terbukti mampu menangkal virus Corona.

Pada Selasa (11/8/2020) Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin virus Corona COVID-19 setelah kurang dari dua bulan uji coba pada manusia.

"Kami mengikuti secara cermat setiap laporan, tak peduli dari negara mana saja. Kami sudah mendiskusikan laporan dari pusat riset di Rusia soal pengembangan vaksin," jelas Edelstein kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

"Jika kami yakin ini adalah produk serius, kami juga akan berupaya melakukan negosiasi. Tetapi saya tidak ingin menipu siapapun. Staf profesional kementerian sedang mengerjakan ini sepanjang waktu. Vaksin tidak akan tiba besok," tambahnya.

Saat ini Israel sendiri tengah mengembangkan calon vaksinnya sendiri dan berencana akan memulai uji klinis pada manusia secepatnya pada Oktober mendatang. Pihaknya pun juga sudah menandatangani dengan produsen obat Moderna dan Arcturus Therapeutics sebagai opsi pembelian calon vaksin potensial mereka.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS) Alex Azar mengatakan bahwa AS tidak akan terpengaruh oleh klaim temuan vaksin virus Corona pertama dari Rusia. Disebutkan Azar, AS lebih memprioritaskan keamanan dan efektivitas dalam pengembangan vaksin.

"Intinya bukan menjadi yang pertama dengan vaksin, intinya adalah memiliki vaksin yang aman dan efektif untuk masyarakat Amerika dan masyarakat dunia," jelas Azar dikutip dari ABC News.

"Kami membutuhkan data yang transparan, dan itu harus data tahap ketiga, yang menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan efektif," tambah Azar.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia