Kamis, 13 Agu 2020 12:30 WIB

Tak Lagi 'Bebas' Corona, Kasus Selandia Baru Diduga dari Barang Impor

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Aturan normal baru pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo) Foto ilustrasi. (Foto: Aturan 'normal baru' pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo))
Jakarta -

Pada Selasa (11/8), Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengkonfirmasi adanya empat kasus virus Corona baru yang ditularkan secara lokal. Hal ini membuat Ardern langsung memberlakukan kebijakan lockdown di Selandia Baru, Auckland.

Empat kasus tersebut berasal dari satu keluarga. Kasus ini membuat bingung para pejabat kesehatan, karena mereka yakin tidak ada penularan virus secara lokal di Selandia Baru selama 102 hari ini.

"Kami bekerja keras untuk mengumpulkan teka-teki tentang penyebab keluarga ini bisa terinfeksi virus," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Ashley Bloomfield, dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2020).

Para pejabat kesehatan tersebut pun tengah menyelidiki sumber penularannya. Mereka menduga kasus baru COVID-19 di negaranya ini berasal dari pengiriman barang impor.

Bloomfield mengatakan tengah melakukan pengujian di perusahaan distribusi makanan di Auckland, tempat pria yang merupakan salah satu dari anggota keluarga yang terinfeksi tersebut bekerja.

"Kami tahu virus ini bisa bertahan di ruangan pendingin dalam waktu yang lama," lanjutnya.

Diketahui pria tersebut bekerja di Americold Realty Trust, yaitu salah satu perusahaan yang bergelut di bidang penyimpanan dan distribusi makanan beku yang dilengkapi pendingin di Selandia Baru.

Direktur Americold, Richard Winnall mengatakan pria yang terinfeksi tersebut sudah cuti sakit selama beberapa hari. Bahkan seluruh karyawan yang ada di sana juga diwajibkan untuk tes COVID-19.

Sebelumnya, China juga melaporkan adanya beberapa kasus virus Corona yang terdeteksi pada kemasan makanan laut beku impor. Bahkan ada penelitian juga yang menunjukkan bahwa virus tersebut juga bisa bertahan hingga 72 jam pada plastik.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada kasus COVID-19 yang dikonfirmasi bisa ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)