Jumat, 14 Agu 2020 07:30 WIB

China Temukan Jejak Corona pada Frozen Food, Bisa Menular Lewat Makanan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Mitos tentang frozen food China kembali temukan jejak Corona pada frozen food. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

China menemukan jejak virus Corona pada frozen food. Hal ini memicu kekhawatiran terkait penularan virus Corona dari makanan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti virus Corona bisa menular dari makanan. Para peneliti di China sedang mempelajari masalah tersebut, dan badan internasional sedang melacak temuan mereka.

Dikutip dari CNBC International, dr Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat WHO, menanggapi temuan jejak virus Corona pada frozen food yang memicu kekhawatiran penularan melalui rute tersebut.

"Namun saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona," katanya dalam siaran pers di kantor WHO Jenewa, Kamis (13/8/2020).

"Orang tidak boleh takut pada makanan, atau pengemasan makanan atau pemrosesan dan pengiriman makanan. Makanan sangat penting," lanjut dr Mike Ryan.

"Dan saya tidak suka berpikir bahwa kita akan menciptakan kesan ada masalah dengan makanan kita. Kami berada di bawah tekanan yang cukup (dalam menghadapi pandemi)," katanya.

Sebelumnya, tiga kota di China telah melaporkan temuan jejak virus di permukaan frozen food impor selama empat hari terakhir, hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa virus dapat ditularkan melalui makanan dan menyebabkan wabah baru, demikian laporan NBC News.

Pejabat WHO mengatakan otoritas kesehatan China telah menguji setidaknya ratusan ribu sampel makanan beku dan menemukan 'sangat sedikit' yang ditemukan jejak virus Corona. Para pejabat mengatakan mereka telah mengeluarkan panduan dari United Nations' Food and Agriculture Organization tentang bagaimana seharusnya menangani makanan dengan aman.

"Bahkan jika virus memang menular melalui makanan, yang tidak ditunjukkan oleh bukti, virus dapat dibunuh sebelum kita memakannya," kata Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO.

"Kalau virus sebenarnya ada di makanan, dan kita tidak punya contoh di mana virus ini ditularkan sebagai bawaan makanan, padahal seseorang sudah mengonsumsi produk makanan, virus itu bisa dibunuh seperti virus lain juga, bisa dimatikan kalau dagingnya sudah matang," lanjutnya.

"Orang-orang sudah cukup takut, cukup takut pada pandemi COVID-19," kata Ryan.

WHO menilai temuan ini penting untuk dipelajari lebih lanjut. Bukti ilmiah diperlukan, dan WHO tidak akan mengabaikan temuan-temuan tersebut.

"Penting bagi kami untuk melacak temuan seperti ini dan penting bagi kami untuk tidak mengabaikan bukti ilmiah di tempat kami menemukannya. Tapi penting juga bagi orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)