Jumat, 14 Agu 2020 10:30 WIB

Panduan Baru, CDC Melarang Penggunaan Masker yang Ada Exhaust-nya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid 19: Maskne, masalah baru mengintai di balik pemakaian masker wajah CDC: Hindari masker yang memiliki exhaust demi mencegah penyebaran COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat AS (CDC) mengimbau publik untuk menghindari masker yang memiliki ventilasi atau katup. Masker dengan jenis tersebut dinilai tidak efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19.

"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," sebut laman resmi CDC terkait pedoman barunya.

Jenis masker dengan katup searah seperti ini biasa digunakan di industri untuk menangkal polusi. Katupnya bisa menghalangi partikel dari luar untuk masuk ke pernapasan, tetapi memungkinkan udara dari dalam untuk keluar dengan lebih lancar.

"Masker dengan katup atau ventilasi satu arah memungkinkan udara yang dihembuskan keluar melalui lubang. Hal ini memungkinkan percikan pernapasan yang dihembuskan dapat mencapai orang lain dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19," tulis CDC.

Dikutip dari The Washington Post, CDC merekomendasikan masker kain sederhana sebagai gantinya. Masker kain bisa mencegah sebagian besar percikan droplet yang berpotensi menular saat bertahan di udara, masker tersebut juga jauh lebih nyaman digunakan daripada masker N95.

Masker selama ini diyakini bisa mencegah penyebaran virus Corona COVID-19. Masker membantu menghalangi percikan droplet atau mikrodroplet yang bisa bertahan di udara, disebarkan dari orang yang terinfeksi Corona.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)