Jumat, 14 Agu 2020 11:00 WIB

Kim Jong Un Cabut Lockdown di Kaesong, Tempat Suspek Pertama Corona Ditemukan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kabar kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un jadi perhatian dunia. Berbagai isu muncul terkait kondisi kesehatan orang nomor satu Korea Utara ini. Kim Jong Un cabut lockdown. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Korea Utara pertama kali menemukan kasus suspek virus Corona pertama bulan Juli lalu di kota Kaesong, wilayah perbatasan Korut. Saat itu, lockdown langsung diberlakukan di wlayah Kaesong.

Dilaporkan media pemerintah Korut pada Jumat (14/8/2020), Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara resmi mencabut 'lockdown' yang sudah diterapkan selama tiga minggu di kota Kaesong dan daerah sekitarnya. Tiga minggu sebelumnya kasus suspek Corona ini berasal dari seorang pria yang membelot ke Korea Selatan, dan kembali ke kota perbatasan bulan lalu dengan menunjukkan gejala COVID-19.

Kim membuat keputusan tersebut pada pertemuan politbiro yang diadakan untuk membahas upaya pemerintah dalam mencegah wabah virus Corona, demikian lapor kantor berita KCNA.

Korea Utara mengatakan sebelumnya tidak memiliki kasus virus Corona yang terkonfirmasi, tetapi Kim meyakini bulan lalu bahwa virus Corona 'dapat dikatakan telah memasuki' negara itu dan memberlakukan lockdown setelah pria itu dilaporkan memiliki gejala. Hasil tes selanjutnya pada pria itu 'tidak meyakinkan', menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

"Langkah-langkah pencegahan virus Corona telah menstabilkan risiko di daerah itu," kata Kim dalam pernyataan yang dimuat oleh KCNA, dikutip dari Channel News Asia.

Kim mengatakan bahwa kontrol perbatasan harus tetap ketat dan memerintahkan masyarakat untuk tidak menerima bantuan eksternal terkait banjir yang disebabkan oleh hujan lebat selama berminggu-minggu, yang juga menjadi masalah di Korut.

"Situasi, di mana penyebaran virus ganas di seluruh dunia menjadi lebih buruk, mengharuskan kami untuk tidak mengizinkan bantuan dari luar untuk kerusakan banjir tetapi menutup perbatasan lebih ketat dan melakukan pekerjaan anti-epidemi yang ketat," kata Kim dalam sebuah pernyataan yang dimuat keluar oleh KCNA.

"Musim hujan menyebabkan kerusakan parah di beberapa provinsi, dengan lahan pertanian tergenang air banjir, sekitar 16.680 rumah dan 630 bangunan umum hancur atau kebanjiran, dan banyak jalan, jembatan dan rel kereta api rusak," KCNA melaporkan.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)