Jumat, 14 Agu 2020 19:01 WIB

Anggota IDI Jabar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac

Siti Fatimah - detikHealth
Ketua IDI Jabar dr Eka Mulyana saat swab untuk persyaratan sebagai relawan uji klinis vaksin Sinovac Ketua IDI Jawa Barat dr Eka Mulyana. (Foto: dok.pribadi)
Bandung -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Barat ikut serta berpartisipasi aktif dalam membantu uji klinis vaksin virus Corona COVID-19. Saat ini, beberapa anggota IDI bersama dengan relawan lainnya sudah mendapatkan penyuntikkan vaksin di lima tempat uji klinis.

Ketua IDI Jabar Eka Mulyana mengatakan, ajakan menjadi relawan sudah dilakukan sejak bulan Juli 2020 lalu. Adapun tujuannya mengajak dokter-dokter menjadi relawan agar proses pencapaian dan uji klinis vaksin dapat berjalan cepat.

"Motivasi kami sebetulnya ingin membantu dalam peranan yang tidak besar untuk ikut berperan aktif penanggulangan pandemi ini. Salah satunya sebagai relawan uji vaksin. Dari 1.620 relawan yang diuji di Bandung ini untuk kepentingan 200 jutaan penduduk di Indonesia," kata Eka saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8/2020).

Eka yang biasa turun langsung dalam penanganan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Subang juga ikut mendaftar sebagai relawan. Dia mengaku, setelah penyuntikkan vaksin hari ini di Puskesmas Ciumbuleuit, dirinya bersama relawan lain tidak mengalami efek samping.

"Alhamdulillah saya pribadi mengikuti tidak terjadi efek samping. Kalau saya kebetulan di Puskesmas Ciumbuleuit hari ini visit ke-1 suntik vaksin. Sama sekali tidak ada kekhawatiran untuk itu (suntik vaksin) karena kita dapat beraktifitas seperti biasa," ujarnya.

Adapun mengenai jaminan kesehatan, Eka menilai hal tersebut untuk berjaga-jaga jika ada hal-hal yang mungkin terjadi. "Contohnya saja terjadi kemungkinan reaksi tapi sejauh ini baik tenaga medis tidak terjadi," kata Eka.

Dia menceritakan, untuk menjadi relawan uji klinis harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat secara administrasi dan kesehatan. Relawan yang ikut serta harus melalui proses screening awal dengan pemeriksaan fisik dan rapid test atau swab test.

Hingga saat ini, pihaknya masih mengajak dokter-dokter lain baik yang membuka praktek sendiri atau berada di rumah sakit untuk mendaftarkan diri sebagai relawan uji klinis vaksin Sinovac.

"Yang ikut relawan kurang lebih ada 10 dokter baik pengurus dan dokter praktek atau RS. Mudah-mudahan saja kita bisa bantu partisipasi target," pungkasnya.



Simak Video "Gelar Profesornya Diragukan IDI, Hadi Pranoto Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)