Jumat, 14 Agu 2020 19:30 WIB

Selain Masker Exhaust, Masker Kain Seperti Ini Sebaiknya Juga Dihindari

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Masker Kain Ilustrasi masker kain yang memiliki banyak lipatan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperbaharui pedomannya terkait penggunaan masker. CDC mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup.

"Masker dengan katup atau ventilasi satu arah memungkinkan udara yang dihembuskan keluar melalui lubang. Hal ini memungkinkan percikan pernapasan yang dihembuskan dapat mencapai orang lain dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19," tulis CDC.

Terkait hal ini, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengatakan sebaiknya masyarakat menggunakan masker kain saja dalam beraktivitas sehari-hari. "Masker kainnya yang tiga lapis dan lebih baik sebenarnya yang berbahan katun, karena dia memiliki pori yang lebih rapat, daripada bahan-bahan lain," kata dr Diah kepada detikcom, Jumat (14/8/2020).

dr Diah menjelaskan masker kain yang menggunakan bahan lain bisa jadi tidak memiliki pori-pori serapat katun. Selain itu hindari juga masker kain yang banyak lipatan karena akan meningkatkan risiko masker 'menangkap' kuman penyebab penyakit.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," tuturnya.



Simak Video "Catat! Standar SNI untuk Masker Kain: Minimal Dua Lapis"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)