Sabtu, 15 Agu 2020 10:12 WIB

3 Jenis Masker Ini Disebut Tak Efektif Cegah Penularan Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
4 Alasan Masker Buff Disebut Paling Tak Efektif Tangkal Corona (Foto : infografis detikHealth)
Jakarta -

Masker diketahui jadi salah satu cara pengendalian penularan virus Corona. Penggunaan masker yang tepat bisa mencegah orang lain terpapar SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Hanya saja tidak semua jenis masker menawarkan perlindungan yang sama. Ada yang bekerja dengan baik untuk mencegah masuknya droplet atau partikel pembawa virus, namun ada pula yang tidak efektif terutama untuk mencegah paparan virus Corona.

Dirangkum detikcom, berikut beberapa jenis masker yang disebut tidak efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

1. Masker buff

Penelitian yang dilakukan oleh University of Duke menemukan bahwa masker buff menawarkan sangat sedikit perlindungan pada paparan virus Corona. Dalam studi tersebut, terlihat bahwa dari 14 jenis masker, jenis masker buff atau yang sering digunakan oleh pengendara motor, tidak bisa menahan laju droplet ketika berbicara.

"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," kata Dr. Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC International.

Masker buff juga disebut menghasilkan lebih banyak droplet dibandingkan jika tidak memakai masker sama sekali karena bahan yang digunakan dapat memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil.

2. Masker exhaust

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup untuk digunakan sebagai metode pencegahan Corona.

Disebutkan oleh CDC, penggunaan masker jenis ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.

"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," tulis CDC di laman resminya.

Spesialis paru dari RS Persahabatan dr Erlang Samoedro, SpP, juga membenarkan bahwa penggunaan masker exhaust tidak efektif untuk pencegahan dan pengendalian virus Corona. Bahkan masker exhaust disebut bisa membahayakan orang lain.

"Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar," kata dr Erlang kepada detikcom, Jumat (14/8/2020).

3. Masker kain bukan katun

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, menyarankan masyarakat agar menggunakan masker kain saat berkegiatan sehari-hari. Masker kain yang tiga lapis dan berbahan katun disebut lebih baik daripada bahan lain karena memiliki pori-pori yang rapat.

Selain itu, dr Diah menyebut masker kain yang menggunakan bahan lain bisa jadi tidak memiliki pori-pori serapat katun. Masker kain yang banyak memiliki banyak lipatan juga sebaiknya dihindari karena akan meningkatkan risiko masker 'menangkap' kuman penyebab penyakit.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," tuturnya.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)