Sabtu, 15 Agu 2020 12:10 WIB

Bisakah Terapi Tradisional Gurah Obati Pasien Corona?

Elsa Himawan - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Foto: iStock
Jakarta -

Terapi gurah merupakan metode tradisional yang dilakukan orang-orang untuk mengeluarkan lendir dari dalam tubuh dengan cara meneteskan ramuan ke dalam lubang hidung. Terapi ini jadi salah satu penanganan yang diyakini dapat mengobati pasien sinus, pilek, dan batuk berdahak.

Terkait hal tersebut, di tengah pandemi ini sebagian orang penasaran apakah terapi gurah bisa dimanfaatkan untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona COVID-19. Alasannya karena ada anggapan sesak napas pasien Corona akibat paru-paru yang terisi cairan dapat diatasi dengan teknik gurah.

"Nakes di Indonesia apa tidak terpikirkan gurah sebagai metode penyembuhan corona ya?" komentar satu pengguna Twitter.

Menanggapi pernyataan itu, spesialis paru dr Moh. Ramadhani Soeroso, SpP, menilai bahwa sampai saat ini belum ada studi yang menyatakan teknik gurah dapat menyembuhkan pasien Corona. dr Ramadhani menyatakan bahwa masalah penumpukan lendir pada paru-paru hanya bisa diatasi dengan penanganan medis.

"Begini ya, kalau teknik gurah itu mengeluarkan lendir pada hidung, mana bisa dia sampai ke paru-paru? Teknik ini nggak cocok untuk menangani Corona," ujar dr Ramadhani saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/08/2020).

dr Ramadhani menyampaikan bahwa virus Corona memang kebanyakan menyerang paru-paru, tapi ia diketahui juga bisa menginfeksi organ lain. Beberapa studi contohnya menemukan konsentrasi virus COVID-19 pada saluran pencernaan.

Karena alasan-alasan tersebut, gurah dinilai bukan penanganan efektif untuk mengobati pasien COVID-19.

"Sekarang gejala Corona nggak cuma demam, batuk, sesak nafas loh... Orang bisa mengeluh diare, sakit perut, atau ada gejala lainnya juga," pungkasnya.



Simak Video "Deretan Negara yang Terapkan Kremasi untuk Jasad Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)