Sabtu, 15 Agu 2020 15:07 WIB

Amerika Berencana Kembangkan Virus COVID-19 Khusus Untuk Uji Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Apakah Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan? Amerika berencana kembangkan virus COVID-19 untuk uji vaksin. (Foto ilustrasi: DW (News))
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dilaporkan berencana mengembangkan strain khusus virus Corona COVID-19. Tujuannya untuk memperlancar proses pengujian vaksin.

Niat di baliknya adalah agar para relawan pada uji klinis vaksin dapat dengan sengaja dipaparkan pada virus. Dengan demikian efektivitas dari vaksin yang diuji dapat benar-benar terlihat.

Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAD), Dr Anthony Fauci, menjelaskan ide mengembangkan strain COVID-19 khusus ini hanya sekedar rencana cadangan. Ia menegaskan NIAD tidak akan menggunakan virus tersebut.

Sebagian besar peneliti juga menentang rencana ini karena memiliki risiko yang besar.

"Sejujurnya, saya pikir kami tidak akan menggunakannya," kata Fauci seperti dikutip dari CNN, Sabtu (15/8/2020).

"Ini sebetulnya karena tekanan soal apa yang bisa terjadi bila tidak dilakukan, kami kerap ditanya," lanjutnya.

Fauci mengatakan metode ini sebetulnya dipakai bila peneliti ingin membuat vaksin yang virusnya tidak beredar secara luas.

Dalam sebuah komentar yang dipublikasi di jurnal NEJM, tim percepatan pengembangan obat dan vaksin COVID-19 di Inggris (ACTIV) menyebut metode pengujian vaksin seperti ini malah bisa memakan waktu lama. Alasannya karena diperlukan kriteria yang ketat untuk meminimalisir risiko pada relawan.

"Satu saja kematian atau kasus parah pada relawan yang tadinya sehat sama sekali tidak bisa diterima dan akan menghentikanprogres," tulisACTIV.



Simak Video "Relawan Sakit, Uji Final Calon Vaksin di Inggris Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)