Sabtu, 15 Agu 2020 18:16 WIB

Jenazah Pasien COVID-19 Diciumi Warga, Seberapa Besar Risiko Penularannya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Beredar video warga Malang memaksa memulangkan jenazah pasien terpapar COVID-19. Dalam video berdurasi 2 menit 42 detik itu tampak seorang warga membuka paksa keranda berisi jenazah. Warga Kota Malang cium jenazah Probable COVID-19. (Foto: Tangkapan Layar)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat viral video warga di Kota Malang, Jawa Timur, menciumi jenazah yang saat itu statusnya pasien probable COVID-19 karena hasil tesnya belum keluar. Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen pada Sabtu (8/8/2020).

"Ga usah, ayo digowo moleh ae (tidak usah, ayo dibawa pulang saja)," ucap pria berpeci putih dalam video yang viral.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji kini mengabarkan bahwa hasil tes PCR menunjukkan sang pasien ternyata memang positif COVID-19.

"Hasil swab-nya positif. Baru kemarin hasilnya keluar," ujar Sutiaji kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).

Seberapa besar risiko tertular dari jenazah?

Peneliti bidang mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono, menjelaskan risiko infeksi biasanya muncul ketika proses memandikan jenazah karena cairan yang keluar dari mulut ataupun anus. Ada kemungkinan virus masih terdapat di dalam tubuh beberapa jam setelah kematian.

Sugiyono menekankan bahwa risiko penularan ini hanya bisa terjadi sebelum jenazah dimakamkan.

"Perlu digarisbawahi, risiko ini timbul ketika jenazah belum dimakamkan. Ketika sudah di makamkan, tidak ada lagi risiko tersebut," kata Sugiyono seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyebut risiko penularan dari sentuhan langsung bisa juga terjadi karena cemaran cairan pada area permukaan sekitar jenazah bila tidak ditangani dengan baik. Namun, kemungkinan ini terjadi cukup kecil.

"Bila ditangani dengan prosedur standar, risiko transmisi dari droplet atau aerosol saluran napas jenazah cenderung rendah," tulis CDEC.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)