Minggu, 16 Agu 2020 22:30 WIB

Terpopuler Sepekan: Jemaah Tertular Corona Saat Salat di Hagia Sophia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ISTANBUL, TURKEY - JULY 24: People visit inside the Hagia Sophia Grand Mosque ahead of afternoon prayers during the first official Friday prayers on July 24, 2020 in Istanbul, Turkey. Turkeys President Recep Tayyip Erdogan attended the first Friday prayer inside the Hagia Sophia Mosque after it was officially reconverted into a mosque from a museum. The controversial decision to change the iconic buildings status came after Turkeys highest administrative court voted on July, 10 to revoke the structures status as a museum allowing it to be converted back to a mosque. Throughout its history the UNESCO World Heritage site has served as a Byzantine Cathedral, a mosque under Ottoman rule, and most recently a museum. Thousands of worshippers from all over Turkey flocked to the site for the chance to pray inside the historic building for the first Friday prayers.   (Photo by Chris McGrath/Getty Images) Jemaah tertular Corona saat salat di Hagia Sophia. (Foto: Getty Images/Chris McGrath)
Jakarta -

Salah satu bangunan bersejarah di Turki, Hagia Sophia, sempat ramai diperbincangkan masyarakat dunia. Bangunan yang dialihfungsikan sebagai masjid itu diduga menjadi tempat penularan virus Corona COVID-19, karena terdapat jemaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut laporan Arab News, Kamis (13/8/2020), sebanyak 350 orang datang ke Hagia Sophia pada saat pertama kali salat berjamaah diadakan di sana. Dari jumlah tersebut, ada 500 yang terdiagnosa positif COVID-19.

"Sayang, saat pembukaan Masjid Hagia Sophia ribuan warga berkumpul tanpa memperhatikan protokol jaga jarak dan memakai masker. Berbagai kota dari Anatolia mengadakan tur untuk pembukaan ini, tanpa ada yang tahu apakah orang-orang ini mendapatkan izin resmi bepergian dari Kementerian Kesehatan, atau menjaga jarak selama transit," kata anggota parlemen dari partai oposisi, Murat Emir, dikutip dari Arab News.

Banyaknya orang berkumpul di satu tempat yang sama dan dalam periode waktu tertentu membuat tempat ibadah menjadi salah satu area yang berisiko terjadinya penularan COVID-19. Terlebih jika protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tidak diterapkan dengan baik.

Tak hanya itu, ini bukanlah kejadian pertama kalinya klaster Corona timbul di sebuah tempat ibadah. Salah satu contohnya adalah kasus jemaah Gereja Shincheonji di kota Daegu, Korea Selatan, pada awal pandemi.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)