Kamis, 20 Agu 2020 15:35 WIB

Kenapa Uang Rp 75 Ribu Ramai Dicari? Psikolog Jelaskan Daya Tariknya

Elsa Himawan - detikHealth
Warga Bandung berbondong-bondong menukar uang pecahan Rp 75 Ribu Uang pecahan Rp 75 ribu ramai dicari. (Foto: Siti Fatimah)
Jakarta -

Baru-baru ini uang pecahan Rp 75 ribu diproduksi terbatas oleh Bank Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan ke-75 Indonesia. Dilaporkan CNN Indonesia, banyak orang langsung mencarinya terbukti dari pemesanan penukaran uang yang penuh hingga 3 September 2020.

Berbicara seputar barang limited edition, sebagian orang memang bisa merasakan dorongan untuk 'harus' memilikinya. Barang yang dikumpulkan pun beraneka ragam sesuai dengan ketertarikan tiap individu.

Mungkin, tak sedikit yang penasaran, apa yang membuat seseorang bisa merasa tergila-gila memiliki barang-barang dengan label terbatas atau limited edition ini.

Menurut psikolog Mario Carl Joseph, MPsi, dari MS Wellbeing, Tebet, Jakarta Selatan, dorongan mengoleksi barang limited edition sebetulnya wajar dan dapat dialami oleh siapa saja. Alasannya karena barang tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah simbol atau memiliki makna tertentu bagi seseorang.

"Alasan orang mengoleksi suatu barang, termasuk limited edition, tentu saja dikarenakan hobi. Bisa jadi karena pengaruh teman. Jadi, kemungkinannya dua itu, hobi dan pengaruh orang lain," ujar Mario, saat dihubungi detikcom, Kamis (20/08/2020).

Mario juga menyampaikan yang perlu diwaspadai adalah bila seseorang membeli barang koleksi tanpa ada kendali diri. Perilaku ini dapat disebut sebagai gangguan impulsive buying atau membeli barang secara impulsif. Hal ini bisa saja terjadi apabila mereka membeli barang koleksi tanpa adanya perencanaan keuangan. Akibatnya, kebutuhan lain yang jauh lebih penting tidak diperhatikan.

"Perilaku membeli impulsif juga beresiko menyebabkan empati seseorang dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi berkurang," ujarnya.

Untuk menghindari perilaku ini, Mario menyampaikan beberapa tips mengoleksi barang, yakni:

1. Pastikan perencanaan keuangan kamu dalam kondisi baik, sebelum membeli suatu barang.

2. Pastikan kamu memiliki batasan harga sesuai dengan kemampuan ekonomi yang anda miliki.

3. Pastikan bahwa ketertarikan untuk mengoleksi barang tertentu tidak mengganggu aktivitas dan hubungan sosial, khususnya dengan lingkungan terdekat kamu.



Simak Video "Pesan Psikolog Anak untuk Orang Tua di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)