Jumat, 21 Agu 2020 08:06 WIB

Lawan Virus Berbahaya, Florida Lepas 750 Juta Nyamuk Rekayasa Genetik

Firdaus Anwar - detikHealth
Asian Tiger Mosquito. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ruiruito)
Jakarta -

Otoritas di Florida, Amerika Serikat, baru-baru ini menyetujui pelepasan 750 juta nyamuk rekayasa genetik. Tujuannya untuk menekan kejadian kasus penyakit berbahaya akibat virus, seperti dengue dan zika, yang biasa disebarkan oleh nyamuk.

Cara kerjanya menurut Oxitec, perusahaan yang melakukan rekayasa genetik, nyamuk-nyamuk tersebut seluruhnya jantan dan akan berusaha berkembang biak dengan nyamuk liar di alam. Hanya saja nyamuk rekayasa ini memiliki protein khusus yang akan membunuh keturunannya, sehingga semakin lama populasi nyamuk liar semakin berkurang.

Proyek ini sudah direncanakan selama bertahun-tahun, namun kerap mendapat penolakan oleh aktivis. Ada kekhawatiran melepas begitu saja nyamuk rekayasa genetik dalam jumlah banyak akan membawa dampak buruk yang tidak bisa diprediksi.

"Pelepasan nyamuk rekayasa genetik hanya akan menempatkan warga Florida, alam, dan spesies terancam pada bahaya yang tak perlu di tengah pandemi," protes kelompok pecinta alam, Friends of the Earth, seperti dikutip dari BBC pada Jumat (21/8/2020).

Oxitec menanggapi tindakan pemanfaatan nyamuk rekaya genetik sudah terbukti aman oleh studi. Mereka juga sudah melakukannya berkali-kali di negara lain.

"Kami sudah melepaskan milyaran nyamik kami selama beberapa tahun. Tidak ada potensi bahaya bagi lingkungan atau manusia," kata salah satu ilmuwan Oxites pada kantor berita AP.



Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)