Senin, 24 Agu 2020 15:00 WIB

27 Orang di Korsel Kena Corona di Kafe Tapi Tak Satupun Staf Tertular, Kok Bisa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Wabah Corona di Korea Selatan (Korsel) telah mulai mereda. Pemerintah Korsel akan mulai membuka kembali sekolah mulai minggu depan. Virus Corona di Korsel kembali mengganas. (Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Jakarta -

Sebuah kedai kopi diketahui menjadi klaster penyebaran Corona di Korea Selatan. Sebanyak 27 orang dilaporkan terinfeksi Corona dari seorang pelanggan kedai kopi di daerah Paju, Gyeonggi, Korsel. Meski demikian, tidak ada satupun karyawan di kedai kopi itu yang terinfeksi.

Dikutip dari media lokal Korsel, Chosun, otoritas kesehatan menduga AC di kedai kopi tersebut menjadi jalur penularan virus Corona. Dalam penelusuran kontak, diduga seseorang yang duduk di bawah AC diduga telah menginfeksi orang lain melalui transmisi aerosol.

Hyun-jun Yoo, profesor arsitektur di Universitas Hongik, berkata, "AC tipe langit-langit lebih rentan terhadap polusi dalam ruangan karena mendinginkan udara hanya dengan mengedarkan udara dalam tanpa menarik udara luar," katanya.

Udara yang keluar dari AC dapat meningkatkan jangkauan paparan droplet. Sebuah tim peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Guangzhou, China yang menganalisis rute infeksi dari 10 pasien COVID-19 yang makan di sebuah restoran di Guangzhou, China pada bulan Januari dan Februari, mengatakan sangat mungkin bahwa angin kencang dari AC membawa droplet.

Tapi ada juga kemungkinan infeksi melalui kontak tidak langsung. Risiko penularan bisa terjadi saat orang yang terinfeksi itu menyebarkan virus lewat pegangan pintu kamar mandi atau pegangan tangga dan pelanggan lain menyentuhnya lalu mereka memegang wajahnya.

Lantas, mengapa tak ada satupun karyawan di kedai kopi itu yang tertular?

Pada saat itu diketahui empat karyawan toko yang sedang berada dalam satu ruangan dengan seseorang yang terinfeksi memakai masker dan sarung tangan. Bahkan kedai kopi itu juga mendistribusikan masker KF94 dan sarung tangan sanitasi kepada setiap pekerja di toko dan memakainya selama jam kerja.

"Jika Anda memakai masker, jumlah bakteri yang masuk ke mulut akan berkurang," tutur ahli infeksi di Sekolah Kedokteran Universitas Korea, Kim Woo Joo.



Simak Video "Usai Itaewon, E-Commerce di Bucheon Jadi Klaster Corona Baru Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)