Rabu, 26 Agu 2020 20:45 WIB

Soal Obat COVID-19 Unair, Kasad Tegaskan Siap Perbaiki Kekurangan

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa (Foto: Pradito Rida Pertana/detikHealth)
Yogyakarta -

Obat COVID-19 yang digagas Universitas Airlangga (Unair), Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) mendapat evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut siap memperbaiki jika ditemukan kekurangan dari hasil uji klinis.

"Seperti yang kami sampaikan pada saat awal bahwa uji klinis itu sudah diselesaikan oleh tim beserta semua yang bekerjasama," katanya saat jumpa pers di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (26/8/2020).

"Kemudian pada hari kita serahkan pada BPOM itu 19 Agustus kalau tidak salah. Kemudian di situ memang pertama kali diserahkan hasilnya maupun corrective and preventive action (CAPA)," imbuh Andika.

Dari situlah mungkin BPOM harus mereview, melihat kembali dan semangat pada saat pihaknya menyerahkan obat tersebut. Di mana semangatnya adalah masing-masing ingin memberikan yang terbaik.

"Jadi dari BPOM akan mereview, kalau memang ditemukan ada kekurangan dalam hal uji klinis, kita pun akan siap untuk memperbaikinya. Jadi itu saja," ujarnya.

"Dokumen dari corrective and prevent effection ini dikirim ulang hari senin kemarin dan diterima oleh BPOM. Jadi kami tinggal menunggu dan intinya kami siap," lanjut Andika.

Soal target khusus terkait kapan obat COVID-19 diproduksi secara massal, Andika mengaku masih menunggu hasil review dari BPOM. Mengingat hasil review menjadi acuan pihaknya dalam mengembangkan obat tersebut.

"Ya itu tadi, mungkin menunggu saja sampai dengan hasil review selesai, feedback kepada kita juga diberikan, dan kita pun menindaklanjuti, itu aja. Tapi kita pasti akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan secepat-cepatnya," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengenal Remdesivir, Obat Corona yang Disetujui BPOM RI "
[Gambas:Video 20detik]