Kamis, 27 Agu 2020 14:15 WIB

Deretan Kasus Tertular Corona Usai Pesta dan Berakhir Meninggal

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China Deretan kasus yang tertular Corona usai pesta dan berakhir meninggal. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kisah pilu menimpa seorang wanita bernama Camila Graciano. Di saat ia hamil, Camila harus berjuang melawan COVID-19 yang ditularkan temannya pada saat mengadakan pesta baby shower di dalam rumahnya sendiri.

Sebelumnya Camila tak menyadari kalau salah satu temannya ternyata positif COVID-19. Akhirnya, Camila pun dinyatakan tertular virus Corona dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Kondisinya yang kian memburuk juga membuat bayi yang dikandung Camila harus lahir secara prematur. Sayangnya dalam beberapa hari usai melahirkan, Camila dinyatakan meninggal dunia.

"Pada hari Jumat dia mulai memburuk, virus Corona telah membuat kondisinya semakin memburuk, dan dia tidak memiliki kesempatan," kata Daniel, saudara laki-laki Camila, dikutip dari Daily Star.

Tak hanya Camila, beberapa kasus serupa pun pernah terjadi pada sebagian orang. Dirangkum detikcom, ini beberapa kasus penularan COVID-19 yang terjadi akibat menghadiri pesta.

1. Terinfeksi Corona usai menghadiri pesta barbeque

Thomas Macias, seorang pria asal California Selatan, AS, mengungkapkan penyesalannya di media sosial sehari sebelum meninggal karena COVID-19. Thomas menyesal telah menghadiri pesta barbeque pada Juni lalu, yang diyakini membuatnya terinfeksi virus Corona.

"Beberapa minggu yang lalu saya pergi.... Karena kebodohan saya, saya menempatkan kesehatan ibu, adik, dan keluarga saya dalam bahaya," tulis Thomas di Facebook seperti dikutip dari CTV.

"Ini menjadi pengalaman yang menyakitkan. Ini bukan candaan. Kalau kamu memang harus ke luar rumah, pakai masker dan jaga jarak. Semoga dengan bantuan Tuhan saya bisa melewati masa sulit ini," pungkas pria berusia 51 tahun ini.

2. Terinfeksi Corona usai menghadiri pesta di gereja

Seorang remaja bernama Carsyn Leigh Davis (17) dari First Youth Church di AS dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19. Menurut laporan, Davis diduga terinfeksi virus Corona setelah menghadiri pesta yang diadakan di sebuah gereja.

Dalam pesta tersebut, para peserta tidak diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak.

Saat Davis mengalami gejala COVID-19, orang tuanya mengira ia terkena malaria, sehingga diberi azithromycin dan hydroxychloroquine (obat malaria yang sempat disebut-sebut oleh Presiden Donald Trump sebagai pengobatan COVID-19).

Namun, Davis tak kunjung sembuh dan dilarikan ke rumah sakit. Ia pun terdiagnosa positif COVID-19 dan pada 23 Juni 2020, Davis dinyatakan meninggal dunia.

3. Ada 85 orang terinfeksi Corona akibat pesta pernikahan

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) melaporkan, penyelenggaraan pesta pernikahan di Yordania Utara mengakibatkan 85 orang terinfeksi virus Corona dan salah satu di antaranya meninggal dunia.

Setelah dilakukan pelacakan, 350 orang yang hadir dalam pernikahan tersebut dilakukan tes swab. Hasilnya, 76 orang yang hadir dalam pesta itu terindikasi positif COVID-19. Sembilan orang lainnya adalah mereka yang tidak menghadiri pesta, tetapi melakukan kontak dekat dengan tamu undangan.

"Dalam pertemuan sosial yang tertutup dan padat, tingkat penularannya bisa jauh lebih tinggi, sebagaimana dibuktikan dari penyelidikan ini," tulis peneliti dikutip dari CNN.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)