Jumat, 28 Agu 2020 09:22 WIB

Startup Asal Indonesia Masuk Daftar Health Tech Global Paling Menjanjikan

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
halodoc Foto: Halodoc
Jakarta -

Tak dapat dipungkiri penggunaan telemedicine melonjak tinggi selama periode pandemi COVID-19. Hal itu sejalan dengan hasil riset dari McKinsey yang mencatat sebanyak 67% responden tertarik untuk memanfaatkan layanan telemedicine di masa depan, meskipun setelah pandemi berlalu.

Tren dan potensi yang ditawarkan oleh sektor ini, ditambah populasi Indonesia yang padat, tentunya menyebabkan semakin banyaknya pemain lokal maupun mancanegara yang terjun ke sektor telemedicine. Salah satunya Halodoc, perusahaan rintisan ini jadi pemain yang masuk daftar 150 startup kesehatan paling menjanjikan versi lembaga riset global CB Insights

Seorang ahli dan pemerhati industri kesehatan yang saat ini juga menjabat sebagai President Director Bahar Consulting dan Chairman Chapters Indonesia, Dr Luthfi Mardiansyah mengatakan Halodoc berhasil masuk di kategori Virtual Care Delivery. Solusi teknologi yang solutif dari aplikasi telemedicine seperti Halodoc, katanya, patut ditiru oleh para startup lokal.

"Penggunaan aplikasi dapat membantu masyarakat daerah terpencil untuk mendapatkan akses informasi kesehatan. Sehingga masyarakat jadi mudah mendapatkan informasi kesehatan dari diagnosa sampai pengetahuan untuk penyembuhan. Untuk solusi masyarakat di kota besar, apalagi dengan kondisi macet dan waiting time di rumah sakit lama, masyarakat bisa gunakan teknologi, khususnya di saat pandemi dari rumah daripada rame-rame ke rumah sakit," ujar Luthfi dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2020)

Bila melihat laman CB Insights, Halodoc berhasil menyisihkan 8.000 startup lainnya dari 18 negara. Lembaga riset tersebut juga mencatat bahwa layanan kesehatan jarak jauh (telehealth) melonjak tajam akibat pandemi dengan komposisi 41% dari 150 startup kesehatan digital dalam daftar ini yang menawarkan layanan telemedicine.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengapresiasi masuknya Halodoc dalam daftar tersebut. "Kita apresiasi masuknya Halodoc, dan kita (Kemkominfo) juga sudah bermitra dengan Halodoc cukup lama," ujar Semmy, panggilan akrabnya.

Keberadaan e-health seperti Halodoc disebutnya membuat pelayanan kesehatan semakin mudah. "Dulu mendapatkan dokter pribadi sangat mahal sekali. Sekarang saya bisa mudah menghubungi dokter spesialis. Lewat chatting saja bisa hubungi dokter. Dokter pun punya data medis saya lengkap. E-health itu harus kaya gitu," ungkap Semmy.

Dia menambahkan, Pemerintah juga terus meningkatkan konektivitas sampai ke desa-desa supaya masyarakat bisa mendapatkan akses internet yang lebih luas. Tidak hanya akan dapat dipergunakan untuk mempermudah akses ke kesehatan, tetapi juga pendidikan dan bisnis.

"Kesehatan itu sektor strategis yang kita kembangkan selain pendidikan, pariwisata, transportasi, keuangan, logistik, pembayaran dan lainnya," pungkas Semmy.



Simak Video "Pesan Psikolog Anak untuk Orang Tua di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)