Jumat, 28 Agu 2020 11:15 WIB

Novel Baswedan Positif Corona, Ini 4 Kemungkinan Pasien Bisa Minim Gejala

Firdaus Anwar - detikHealth
Korban penyiraman air keras Novel Baswedan bicara alasannya tak ikut rekonstruksi yang digelar polisi. Faktor kesehatan jadi alasan ia tak ikut rekonstruksi itu Novel Baswedan positif Corona. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Penyidik KPK Novel Baswedan positif terinfeksi virus Corona COVID-19 dengan kondisi minim gejala. Ia mengaku memang sempat demam tiga pekan lalu dan batuk-batuk sampai hari dirinya dites swab.

"Iya kemarin tes swab semua penyidik dan dibilang positif. Tapi memang aku tidak ada gejala apa-apa," kata Novel kepada detikcom, Jumat (28/8/2020).

"Mungkin itu tercapture Corona, atau Corona beneran nggak tahu," lanjutnya.

Sebagian pasien yang terinfeksi COVID-19 memang diketahui bisa tidak atau minim memiliki gejala. Dalam dunia medis hal ini dikenal sebagai kasus asimtomatik atau biasa disebut juga dengan istilah orang tanpa gejala (OTG).

Apa penyebabnya? Menurut beberapa studi ada empat kemungkinan yang bisa menjelaskan fenomena seperti yang dialami Novel Baswedan.

1. Respons imun yang baik

Kemungkinan pertama adalah para OTG memiliki respons imun yang bagus terhadap infeksi. Rata-rata pasien dengan gejala parah diketahui datang dari kelompok usia tua dan atau memiliki kondisi penyakit penyerta.

Studi yang dipublikasi di jurnal Cell memperkuat dugaan tersebut. Temuan dari tim peneliti Karolinska Institutet, Swedia, menemukan rata-rata orang yang minim gejala memiliki sistem imun sel T yang bereaksi cepat terhadap infeksi virus.

2. Imunitas silang

Studi menemukan ada populasi orang-orang yang sudah memiliki imunitas terhadap COVID-19, bahkan sebelum dirinya terinfeksi. Hal ini diduga karena mereka pernah terinfeksi virus lain dan memicu respons sistem imun yang juga bisa bereaksi terhadap COVID-19.

Sebagai contoh, peneliti Singapura menemukan orang-orang mantan pasien SARS memiliki sel T yang bisa bereaksi terhadap COVID-19.

3. Genetik

Studi yang dipublikasi di jurnal JAMA meneliti mengapa ada orang dewasa muda tanpa penyakit penyerta yang akhirnya mengalami gejala parah. Peneliti melihat ada kemungkinan ini karena faktor genetik.

4. Viral load

Viral load atau jumlah virus di awal infeksi disebut juga kemungkinan berperan dalam tingkat keparahan gejala. Bisa jadi saat seseorang terinfeksi, jumlah virus yang masuk ke tubuhnya tidak banyak sehingga gejala yang ditimbulkan juga jadi minim.



Simak Video "Cerita OTG yang Akhirnya Sembuh dari COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)