Jumat, 04 Sep 2020 12:29 WIB

Curhat Dokter Tangani Corona: Soroti Kapasitas Ruang Isolasi dan Kondisi Nakes

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Cerita dokter tangani pasein Corona soroti kapasitas ruang isolasi dan kondisi nakes. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Ketersediaan tempat tidur dan ruang isolasi bukan cuma satu-satunya masalah dalam penanganan COVID-19. Namun, jumlah SDM dokter yang memadai juga menjadi hal penting dalam merawat pasien Corona. Jika tempat tidur ada tapi yang merawat pasien tidak ada maka akan percuma.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat dokter di Indonesia yang meninggal akibat terpapar Corona sudah mencapai 100 orang. Ini menjadi bukti bahwa berkurangnya SDM dalam merawat pasien Corona COVID-19.

Keduanya, ketersediaan tempat tidur dan dokter, termasuk hal esensial dalam merawat pasien Corona. Salah satu dokter yang merawat pasien Corona, dr Disa Edralyn, mengatakan semakin banyak pasien maka tempat tidur dan tenaga medis yang dilibatkan juga harus sebanding.

"Kalau di lapangan SDM nya tumbang otomatis kita tidak bisa merawat semaksimal yang bisa kita ambil, jadi lama-lama banyak pasien yang tidak tertangani. Kemudian kapasitas tempat tidur kalau tenaga medisnya ada tapi tempatnya tidak ada kan juga sama saja," kata dr Disa saat dihubungi detikcom, Rabu (2/9/2020).

dr Disa mengatakan, penambahan pasien virus Corona di rumah sakit bulan terakhir ini cukup banyak. Ia menceritakan bahwa beberapa hari ini tren kasus virus Corona di Indonesia di atas 2 hingga 3 ribu, dan di Jakarta pun semakin naik yang biasanya hanya 600 kasus tapi sekarang terus meningkat.

"Sebenarnya kalau mau dibilang, kalau kasusnya tidak naik kita tracing sebanyak apapun nggak akan naik. Ini kan naik, berarti memang kasusnya bertambah terus," kata dr Disa.

Selain itu, dr Disa berpesan untuk teman-teman yang berjuang di garda depan untuk terus semangat karena pandemi Corona masih panjang, jaga kesehatan dan protokol kesehatan semakin diketatkan.

"Harus tetap berjuang, perjuangan kita masih panjang, tetap semangat, jangan lupa protokol kesehatan semakin diketatkan, dan sabar-sabar pandemi ini masih panjang. Kita punya banyak tugas selain mengobati, kita juga banyak tugas untuk mengedukasi," pungkas dr Disa.



Simak Video "2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)